Sebenarnya ini bukan pertemuan dimana sang dosen menjelaskan kontrak perkuliahan. Tapi, apapun itu, ini adalah kelas pengamen pertama bagi saya.

Kenapa?

Karena saya baru mendapat kursi untuk kuliah pengantar manajemen ini di krs B. Alhasil, jatah absen 20% saya sudah habis terpakai. Haha.

Saya tidak memberikan kesan pertama yang baik sebagai mahasiswi di kelas ini.

Ya, saya datang terlambat  -___-

walaupun hanya sedikit, terlambat tetap saja terlambat.

Merasa sedikit canggung karena double-late , mulai kuliah telat (krs b) dan datang telat, juga belum mengenal isi kelas, saya memilih tempat duduk dimana teman-teman sejurusan saya berkumpul.

Hanya bermodal alat tulis dan buku catatan. Modul atau bahan kuliah dalam bentuk lain pun belum punya. Ya, persiapan sangat minim. Sedangkan materi kuliah pada saat itu sudah berjalan dari jauh-jauh hari. Yaa setidaknya Tuhan telah memberikan anggota tubuh dan panca indera yang lengkap dan masih berfungsi dengan baik kepada saya :)

Mendengar penjelasan dosen, dan sedikit melirik-lirik modul pengantar manajemen milik seorang teman (yang baru dikenal saat itu juga) yang duduk di sebelah saya, saya pun tahu bahwa materi yang dibahas adalah bagaimana cara mengelola dalam lingkungan global.

Materi berawal dari cara memandang sempit dunia,  atau biasa disebut PAROKIALISTIS seperti yang dialami bangsa Amerika. Pandangan tersebut dibagi ke dalam tiga sikap, yaitu etnosentris yang  berorientasi kepada negara asalnya, polisentris  yang mengorientasikan tuan rumah (host country), dan geosentris yang berorientasi dunia.

Apapun sikapnya, tetap saja namanya parokialisme. Dan itu harus dihindari.

**

Pada postingan ini, saya tidak akan menjelaskan seluruh materi perkuliahan. Karena itu terlalu panjang dan kita bisa bisa membacanya di modul. Mungkin saya hanya meresume apa yang saya dengar dan apa yang saya dapatkan pada pertemuan kali ini, juga sedikit membahas beberapa hal yang menurut saya kurang jelas dalam modul. Tapi tenang saja, materi kuliah bab 4 secara keseluruhan dapat dilihat di sini n_n

every country has it’s own culture..

Amerika Serikat yang individualis bertolak belakang dengan bangsa Indonesia yang lebih senang berkelompok. Materialistisnya tinggi. Mereka sangat meninggikan kedisiplinan dan ketertiban. Berbeda dengan Indonesia. Namun, keduanya memiliki beberapa kesamaan yang salah satunya adalah.. senang gosip  -,-

Budaya itu berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berbisnis, termasuk juga dalam membangun organisasi.

**

Yang pintar adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan kondisi di negara manapun mereka berada. Menghancurkan masalah yang timbul dari beragam kebudayaan, mengatasinya dengan mengambil peluang dari perbedaan kebudayaan tersebut,  dan me-managenya menjadi sesuatu yang luar biasa.

SKILLS and PERSONALITY

Percaya atau tidak, kedua poin di atas mengambil peran penting dalam dunia manajemen. Apabila kita berada di negara orang lain dengan membawa kemampuan yang luar biasa dan diakui banyak orang, ada kemungkinan kita menjadi orang yang terkenal. Selain itu, jika kepribadian kita baik dan menyenangkan, orang lain pun akan senang kepada kita. Menjalin kerja sama dengan orang pun akan lebih mudah.

manajer yang baik adalah dia yang pandai dalam berkomunikasi, menguasai dan memahami dunia bisnis , juga memiliki banyak teman atau relasi :)