Management Class-Departemen of Management, College of Economics and Management, Bogor Agricultural University

Dosen: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, Msc

Kepemimpinan yang Beretika

Manajer yang baik adalah dia yang bisa menjadi pemimpin dan menjadi teladan. Pemimpin harus memiliki etika yang baik juga. Bagaimana caranya agar seorang manajer bisa menjadi contoh yang baik?

 

1.      Selalu etis dan jujur dalam setiap waktu

JUJUR adalah segalanya. Setiap orang yang mau sukses harus jujur dalam segala hal. Selain itu, ia selalu bersikap etis, santun, dan selalu bisa menghargai orang lain.

 

2.      Berkata dengan benar; jangan menyembunyikan atau memanipulasi informasi

Ini masih berkaitan dengan hal kejujuran. Seperti apapun keadaan, manajer yang baik tidak pernah mengada-ada. Ia memberikan informasi yang sebenarnya, tanpa dikurang-kurangi atau pun dilebih-lebihkan.

 

3.      Mengakui kegagalan  dan tidak mencoba menutupinya

Manajer yang hebat adalah ia yang bisa mengakui kesalahannya, kegagalan yang ia hadapi, dan selalu kekurangannya. Ia tidak menutp-nutupi kegagalannya, justru  ia berusaha agar kegagalan yang telah ia alami tidak akan terulang lagi nantinya. Ia berbagi pengalaman dengan orang lain, menerima kritik dan berbagai masukan yang membangun

 

4.      Mengkomunikasikan nilai–nilai etika bersama pada karyawan melalui simbol, cerita dan slogan

Segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitar manajer tidak boleh terlepas dari nilai-nilai etika. Nilai tersebut diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari perusahaan/ organisasi, bahasa, sikap, gerak-gerik tubuh, bahkan sampai slogan perusahaan. Hal tersebut dilakukan agar nilai-nilai etika terebut melekat, menjadi kebiasaan, dan menjadi karakter perusahaan.

 

5.      Memberikan penghargaan pada karyawan yang berperilaku etis dan memberikan sanksi pada mereka yang tidak

Selalu ada penghargaan untuk mereka yang berbuat benar dan sanksi untuk yang bersalah. Di sini manajer diharapkan untuk bisa bersikap adil. Sanksi yang diberikan kepada karyawan yang tidak berperilaku etis tentunya harus bisa membangun dan memberikan kesadaran bagi karyawan tersebut untuk berubah menjadi berperilaku etis. Begitu juga sebaliknya, penghargaan yang diberikan jangan sampai membuat karyawan itu besar kepala sehingga kinerjanya menurun, tetapi harus membuatnya semakin terpacu untuk menjadi lebih baik lagi dan merasa bahwa nilai-nilai etika yang selama ini ia terapkan menjadi semakin penting.

 

6.      Melindungi karyawan (whistleblowers) yang menginformasikan adanya perilaku tidak etis atau   mengemukakan issu-issu etis

Atana Sarah Dinda Nadhirah

G64100121