Faktanya kita emang nggak akan pernah tau apa yang akan terjadi dengan diri kita di masa depan nanti, tahun depan, bulan depan, minggu depan, esok hari, beberapa jam kemudian, beberapa menit kemudian, bahkan sedetik kemudian.

Bisa jadi detik ini kita memilih A, esok hari kita berubah pikiran untuk memilih B. Atau contoh sederhananya gue memutuskan untuk masak mie buat sahur nanti, tapi pas saatnya sahur nanti gue malah beralih ke masak telor aja.

Apa yang bisa dengan mudahnya mengacak-acak semua rencana yang udah terkonsep di kepala kita?

Sebenernya semua itu berujung dari diri kita sendiri. Selalu ada kemungkinan terjadi situasi yang nggak kita duga dan membuat kita berputar 180 derajat dari rencana awal. Kadang keputusan akhir itu bisa jadi lebih baik bisa juga tidak lebih baik dari rencana awal. Mungkin kadang efeknya sama saja namun hanya caranya yang berbeda.

Tapi yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana kita tetap memegang prinsip kita. Entah keputusan atau cara berpikir apa yang diambil nantinya, apapun itu masih ada dalam lingkup tidak melanggar prinsip yang pastinya berbeda-beda dimiliki oleh tiap orang.

Cukup lakukan, jalani, dan pegang teguh apa yang kita yakini.

Bagaimanapun situasinya, jangan biarkan orang lain atau lingkungan kita membuat kita merobek prinsip yang sudah dengan penuh perjuangan kita jaga. Kalaupun memang harus ada yang diubah nantinya, itu adalah hasil pemikiran terbaik dari diri kita. Jangan biarkan mereka mengendalikan hidup kita. Bukan berarti tidak membukakan pintu agar mereka bisa masuk. Sebagai tuan rumah, hal tersebut sangat harus. Tapi setelah tamu itu meninggalkan tempat tinggal kita, akhirnya kita lagi lah yang memutuskan apa yang akan kita lakukan setelahnya.

Ini hidup kita. Cuma kita yang paling tau dan paling berhak untuk menguasai kemudinya.