Tanzania, awal tahun 1980-an

Dua puluh anak berumur satu dan dua tahun, semuanya di satu tempat, terpisah dari orang tua mereka dan sakit akibat kekurangan gizi: normalnya, banyak anak akan menangis keras. Tapi di klinik ini, anak-anak tak punya cukup tenaga untuk menangis.

Di samping air mata, mata anak-anak itu juga ditutupi lalat. Lalat juga hinggap di mulut para bayi, berusaha mengisap nutrisi dari air mata, hidung, dan mulut mereka yang kecil.

Aku tak sanggup melihat lalat-lalat itu dan terus berusaha mengusir mereka dengan tanganku. Anak-anak itu bahkan tak punya kekuatan untuk melakukannya dan membiarkan serangga merangkak di wajah mereka.

Saat mengnjungi berbagai jenis tempat di Tanzania, sebagian besar pemandangan yang kulihat begitu memilukan, tapi aku tidak pernah mengizinkan diriku menangis.

Salah satu alasannya, kupikir itu tindakan yang tidak sopan, dan, yang terpenting, tidak ada waktu untuk air mata.

Totto Chan’s Children – Tetsuko Kuroyanagi