Maaf ya ina, aku baru tau. Itu juga nggak sengaja karena liat page reader-nya wordpress..

 

Oke, mungkin gue ngga terlalu kenal sama ina. Tapi tulisan ina sukses ngeluarin air mata.

Gue kenal ina dari nisop, yang kebetulan salah satu sahabat gue.

Gue juga inget waktu denger kabar serupa (yang nggak diharapkan datang) menimpa sahabat baik gue yang satu itu.

Iya, inget banget..

Shock..

 

Entah. Tiba-tiba semuanya beda. Otak dan pikiran gue buat jam kuliah dan praktikum waktu itu nggak berfungsi sebagaimana mestinya.

 

Tapi yang gue tau, kalian punya satu hal yang sama. Kalian berdua itu perempuan muslim yang tangguh, tabah, dan kuat.

Gue yakin, doa kalian untuk sosok berharga yang selalu kalian rindukan itu, pasti didenger sama Allah, dan.. Insya Allah dikabulkan.

 

Gue sebenernya nggak mau ngomongin ini. Tapi hal kaya gini emang kenyataan yang harus kita hadapi siap-nggak-siap pada waktu yang (sebenarnya) sudah pasti tapi kita nggak tau kapan waktu itu tiba.

 

Sejujurnya, kalau ditanya apa gue siap, untuk saat ini gue belum siap. Serius.. gue takut.

Mungkin gue bisa belajar banyak hal dari kalian. Gimana perjuangan kalian (dan tentunya banyak orang lain) untuk mengisi setiap waktu sebaik mungkin. Untuk melangkahkan kaki, mengucapkan kata demi kata, melakukan segala hal, apapun itu, dengan tujuan memberikan manfaat untuk banyak orang. Bagaimana caranya menjadi seorang anak baik yang akan selalu membuat beliau bersyukur memiliki kalian.

 

So surely, your lovely best man, your best figure absolutely would be so proud to have you, girls :’)

and i hope it happened to me, too.