Kemaren malem gue gabisa tidur. Tubuh sudah tergeletak rapi berselimut di atas kasur. Mata sudah terpejam. Tapi sungguh-sungguh. Gue masih belum bisa tidur. Tepatnya otak dan pikiran ini yang belum mau tidur. Setelah cukup lama akhirnya gue memutuskan untuk mengambil buku kesayangan dan dua buah spidol. Iya, gue rasa semuanya harus ditulis. Supaya tidak hilang dimakan waktu.

Setelah dirasa cukup gue kembali berusaha. Lampu sudah padam. Tapi tetap. Pikiran itu mengusik. Benar-benar tidak peduli kalau esoknya si empunya badan harus bangun pagi dan bersiap pergi. Tapi dia tidak mau menyerahkan dirinya. Iya, dia benar-benar mengganggu.

Rasanya sangat berbeda. Kalau punya keinginan besar yang datang dari hati terdalam. Impian yang bukan hanya sekadar angan-angan. Otak ini selalu diminta bekerja untuk memikirkan cara menggapainya. Bagaimana persisnya. Bagaimana bentuknya. Bagaimana tahap merealisasikannya. Hey, dia bahkan mengisi beberapa persen bagian isi kepala ini setiap hari. Ketakutan. Kekhawatiran. Tanpa diminta akan berkunjung ke dalam kobaran semangat. Mencoba menggoyahkan.

Allah, izinkan hamba. Sungguh-sungguh. Harapan ini enggan menyerah untuk menggapai ridho-Mu..