Hidup itu bukan sesuatu yang setiap kejadiannya selalu bisa diprediksi.

Seperti beberapa waktu lalu, sore hari di bara yang tiba-tiba ada seorang lelaki. Lelaki yang melafalkan pertanyaan tak terduga buat gue–“Anak smansa ya?” Membuat gue diam sekitar dua detik sebelum menjawab iya. Kemudian merasa bersalah karena tidak mengenalinya meski sudah berusaha mengingat-ingat memperhatikan wajahnya. Ternyata beliau itu penjaga kios buku di gang selot samping smansa. Seketika hal tersebut bisa bikin gue bangga dan terharu senang.

Seperti siang tadi saat gue menuju TU Ilkom. Mempersiapkan diri untuk dimarahi dan dinasehati karena telah menghilangkan kartu bimbingan dan ingin mendapatkan yang baru. Ketika gue takut-takut menanyakan kepada mbak penjaga TU yang baik hati. Beliau malah langsung memberikan selembar kartu biru kepada gue tanpa syarat apa pun.

Seperti siang tadi saat seorang sahabat bercerita tentang sebuah mimpi. Kemudian mimpi itu menjadi kenyataan.

Seperti perjalanan pulang sore tadi di trans pakuan. Bertemu teman satu SMP yang juga satu kampus. Baru sadar kalau pas smp sekelas tiga tahun. Memperbincangkan masa-masa smp yang kalau sekarang dibayangkan bikin ketawa-ketawa ngga ngerti lagi. Mengingat-ingat personil teman satu kelas yang ternyata sudah agak sulit untuk diingat.

Seperti banyak hal lainnya.

Seperti itu.

Semua bisa terjadi di luar perkiraan. Baik atau buruk. Kita tidak boleh protes. Hadapi saja. Hadapi dengan respon terbaik yang mampu kita lakukan.

Satu lagi. Jangan pernah lupa untuk berterimakasih .

Terimakasih :)