Digunakan untuk apa barang-barang yang kau punya itu?

Pertanyaan tersebut kelak akan menentukan siapa kita sebenarnya.

Takut? Kalo gue iya. Dari sekian banyak benda yang gue punya, bisakah gue sebut gunanya satu persatu? Apa semua sudah teroptimalkan fungsinya? Apakah memberi manfaat yang tidak hanya untuk kepuasan diri, tapi juga memberi kebaikan untuk orang lain? Apakah ego dan nafsu memuaskan keinginan diri menjadi penutup mata dari orang-orang sekitar yang membutuhkan perhatian lebih?

Pernahkan gue takut? Takut kalau-kalau orang lain memandang rendah karena ‘kurangnya’ barang-barang (yang menurut mereka berharga) yang gue punya? Dianggap derajatnya lebih rendah atau lebih tinggi karena penampilan dan gaya hidup?

Ga usah menyangkal. Sadar atau engga, sedikit atau banyak, gue juga pernah kok.

Karena pada hakekatnya, manusia selalu ingin dihargai.

Seringkali kita lupa bahwa siapa kita nggak ditentuin dari apa aja yang kita punya. Banyak atau sedikit, mewah atau murah, besar atau kecil, canggih atau biasa saja. Orang yang hebat itu adalah mereka yang bisa benar-benar memanfaatkan segala yang mereka punya untuk sesuatu yang baik, bermanfaat bagi banyak pihak.

Penghargaan itu pun bukan saat orang lain iri ketika melihat kita dengan segala sesuatu canggih yang kita punya. Penghargaan ada saat orang lain ikut bahagia karena ‘kecipratan’ manfaat dari sesuatu yang kita punya.

Hati-hati. Semakin banyak yang kita punya, semakin banyak yang harus dipertanggungjawabkan.