Abis baca postingannya Mas Pandji yang ini tentang tur Mesakke Bangsaku-nya di Jakarta (MBJ) beberapa waktu lalu. Gue juga sempet nonton sebagian di tv. Sial, gue suka banget konsep dekor panggungnya terutama si pohon ilmu. Gue bukan orang yang sering nonton standup, apalagi ngikutin perkembangannya. Yaah sesekali ikutan lah nongkrongin para komika depan tv bareng keluarga.

Pas gue nonton tayangan Mesakke Bangsaku. Emang beda. Gue gamau banding-bandingin. Cuma dari situ keliatan aja kalo mas pandji emang udah sangat berpengalaman dan terkesan profesional. Terutama dari kualitas ‘isi’ materi standup-nya. Cukup banyak materi berat dan serius yang dikemas dengan bagus. Di saat komika-komika pada umumnya ngebahas masalah pergaulan, kehidupan remaja, hubungan laki-laki perempuan, kejombloan, menertawakan kekurangan diri sendiri, dan sebagainya, mas pandji (meskipun juga menyelipkan materi ‘umum’ tersebut) mengangkat masalah yang lebih berkelas mengenai pendidikan, negara, dan isu-isu nasional bahkan dunia. Tapi semuanya dibuat menjadi lebih ringan dan sederhana.

Gue juga suka cara dia nutup acara. Bagaimana penyampaian terimakasih-nya. Gimana gue juga bisa ikut ngerasain betapa bersyukurnya dia bisa ada di atas panggung yang ‘layak’ di depan ribuan orang. Saat dia bilang dia pengen komika-komika lain yang (mungkin) saat ini kadang masih suka ‘dihina’ suatu hari juga bisa merasakan bagaimana mereka bisa amat sangat ‘dihargai’.

Satu hal lucu yang gue liat di postingan dia adalah salah satu foto penonton mesakke bangsaku yang tertidur saat acara. Caption yang dibuat mas pandji adalah kalo lu kenal sama orang itu, tolong minta dia mention @pandji di twitter. Dia bakal dikirimin dvd Mesakke Bangsaku karena dia pasti kehilangan banyak dari pertunjukkan tersebut. Nice treatment :)

Gue jadi punya definisi sendiri tentang komika atau standup comedian. Mereka itu orang-orang yang ingin menyampaikan segala sesuatu, apapun itu. Seperti apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, opini, pengetahuan, ide, pengalaman, pelajaran hidup, dan apa-apa yang dirasa perlu untuk diketahui orang lain. Hanya saja mereka punya cara sendiri untuk menyampaikannya. Sisi positif yang menyenangkan adalah mereka menyampaikan semua itu dengan cara sedemikian rupa sehingga menghadirkan berbagai ekspresi dan wajah-wajah penuh tawa.