Gue nemu pernyataan (dengan kalimat yang berbeda) ini di buku “Kreatif itu Dipraktekkin”-nya Tim Wesfix dan kemudian melekat di kepala gue. Selama ini yang gue lihat dan dengar umumnya kebanyakan orang beranggapan bahwa semakin produktif akan semakin baik. Itu nggak salah sih gue rasa. Cuma emang biasanya atau mungkin sebagian dari kita lupa akan satu sisi yang justru lebih penting.

Tujuan. Manfaat.

Terkadang kualitas kalah oleh kuantitas.

Yang tertanam adalah menghasilkan sesuatu atau berproduksi sebanyak-banyaknya. Kita seringkali lupa memerhatikan value dan tujuan awal yang sebenarnya. Akibatnya daftar sesuatu yang dihasilkan bertambah panjang namun daftar tujuan hanya sedikit—atau bahkan tidak ada yang berhasil terceklis. Lalu untuk apa hasil kerja keras itu? Ibarat ada sebuah tempat yang dihuni oleh 20 orang yang sedang kehausan kelaparan dan kedinginan di suatu malam. Kita menghabiskan waktu untuk memasak 100 porsi makan malam sehingga tidak sempat menyiapkan minuman dan menyediakan selimut. Produktif. Iya sangat produktif. Namun  hanya satu dari tiga tujuan yang terpenuhi.

Gue rasa ga perlu selalu lihat tujuan awal untuk berproduksi. Tapi berpikirlah ketika ingin memproduksi sesuatu. Untuk apa hasilnya nanti? Adakah tujuannya? Setidaknya kita punya jawaban dan alasan mengapa kita rela menguras keringat untuk mengerjakan sesuatu. Sekadar untuk membuat diri sendiri menjadi senang dan bahagia juga bisa menjadi tujuan. Ngga ada yang salah kan? Jatuh cinta