Belum lama ini, gue bergabung dengan tim panitia UXID Conference. It still feels like a dream for me. Sangat mudah karena tanpa seleksi. Sebelumnya gue emang berminat ikut acara conference-nya. Memahami UX Lebih dalam. Belajar langsung dari ahli-ahlinya. Memperluas jaringan. Bertemu langsung dengan tokoh-tokoh UX dunia. Tapi harga tiketnya telalu tinggi buat gue (saat ini), di atas 1 juta teman-teman :’3
Ketika ada pengumuman open volunteer, gue otomatis daftar. Esoknya, gue dapet email balesan buat hadir rapat malam itu juga, di daerah Sudirman, Jakarta Selatan. I was truly excited, tapi khawatir bisa dapet izin orang tua untuk keluar malam hari dan (pasti) pulang larut.

Setelah menjelaskan acara apa itu, betapa gue pengen gabung tapi ga mampu beli tiketnya, dan sebuah kesempatan langka ini datang, kepada sang ayah. Setelah beliau tanya naik apa kesana, perginya pulangnya, sama siapa, jam berapa, dan memastikan ada kendaraan untuk pulang, gue… diizinkan. Gue diizinkan. Wow. I really had a full tank of excitement that time.

Bermodalkan pengalaman secuil pas skripsian, google search, google maps, kebiasaan disorientasi jalan, mulut untuk bertanya, dan kepercayaan ayah, akhirnya gue berangkat. Oke, ada sedikit salah-salah belok, tapi overall lancar dan gue sampai di tkp.

Malam itu gue melihat sebuah tempat kerja, sebuah ruangan luas di sebuah kantor, yang gue suka. Gue bertemu dengan orang-orang yang menurut gue mereka sangat kece dan profesional. Gue merasa sangat ‘kecil’. Gue (setahu gue) adalah satu-satunya yang berstatus pengangguran (eh, engga deng kan gue wirausaha :p). Tapi serius gue cukup minder. Gue ketemu dan setim, iya satu tim kerja! dengan orang-orang yang selama ini gue tahu (belum kenal) lewat media sosial, orang-orang yang expert di bidang UX. Orang-orang yang selama ini (dari jarak jauh) gue kagumi. Satu lagi, konsep rapat malam itu adalah favorit gue. Kata temen gue sih itu namanya metode agile. Kaya proses contextual inquiry buat nentuin user needs sih kalo di metode UX-nya Hartson-Pyla.

uxid meetup

Kami menyusun apa-apa saja yang menjadi kebutuhan dari H-3minggu, H-2minggu, H-1minggu, H-3hari, H-2hari, H-1hari, dan saat hari H untuk para pembicara, peserta, sponsor, dan partners. Kami beridiri di depan space putih penuh sticky notes ini, berbicara, memberi saran, berdiskusi. Gue akui ini cara yang efisien untuk brainstorming dibandingkan dengan cara ‘kaku’ yang biasanya.

Satu lagi, tapi ini rahasia ya. Belakangan ini gue berhasil memperkenalkan goodnote ke orang-orang hebat ini dan insya Allah bakal dapet peran di konferensi UX 6 November nanti :”)

Such an awesome plan, God. Thank you. Thanks. So much. Alhamdulillah.