Kadang gue lupa kalau untuk mendapatkan sesuatu butuh perjuangan. Butuh pengorbanan. Butuh kesabaran. Butuh ketekunan. Kegigihan. Kedisiplinan.
Entah. Barangkali gue lupa kalau lagi memperjuangkan sesuatu. Gue lupa dengan doa-doa dan rengekan peemohonan gue kepada Sang Pencipta.
Bisa aja Dia langsung mengabulkan; Kun Fayakun!
Tapi sayangnya gue lupa. Dia nggak akan mengabulkan kalau nggak ada usaha.

Barangkali gue lupa kalo Dia juga menjamin ngga akan ada ujian di luar kesanggupan. Di tengah jalan gue menyerah. Pasrah. Melanggar aturan. Menyimpang. Lelah. Menuruti hawa nafsu. Menggerutu. Merasa semua nggak kunjung usai. Membuat sia-sia perjuangan yang udah dimulai (tapi belum selesai).
Kemudian seketika gue ingat, gue harus memulainya dari awal. Dari titik nol. Bahkan dari angka minus sekian. Kemudian di tengah jalan gue kembali lupa. Lupa. Lupa semuanya.

Lalu hari ini gue akan mulai lagi. Apakah harapan besar dan janji Allah Maha Besar masih kurang kuat untuk menjadi pengingat? :’)