Lupa


Kadang gue lupa kalau untuk mendapatkan sesuatu butuh perjuangan. Butuh pengorbanan. Butuh kesabaran. Butuh ketekunan. Kegigihan. Kedisiplinan.
Entah. Barangkali gue lupa kalau lagi memperjuangkan sesuatu. Gue lupa dengan doa-doa dan rengekan peemohonan gue kepada Sang Pencipta.
Bisa aja Dia langsung mengabulkan; Kun Fayakun!
Tapi sayangnya gue lupa. Dia nggak akan mengabulkan kalau nggak ada usaha.

Barangkali gue lupa kalo Dia juga menjamin ngga akan ada ujian di luar kesanggupan. Di tengah jalan gue menyerah. Pasrah. Melanggar aturan. Menyimpang. Lelah. Menuruti hawa nafsu. Menggerutu. Merasa semua nggak kunjung usai. Membuat sia-sia perjuangan yang udah dimulai (tapi belum selesai).
Kemudian seketika gue ingat, gue harus memulainya dari awal. Dari titik nol. Bahkan dari angka minus sekian. Kemudian di tengah jalan gue kembali lupa. Lupa. Lupa semuanya.

Lalu hari ini gue akan mulai lagi. Apakah harapan besar dan janji Allah Maha Besar masih kurang kuat untuk menjadi pengingat? :’)

Advertisements

Leave your comment ! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s