Hai. Apa kabar? Sibuk apa sekarang? Hari-harimu padat kah?
Bagaimana dengan daftar panjang impianmu? Masih ingat kah?
Apakah kamu masih menyisihkan waktumu untuk berjalan menujunya? Ataukah kiranya sekarang butuh berlari?
Masih menyala kah tekadmu?
Masih antusias kah membicarakannya?
Atau sudah kau lupakan semuanya?
Apa kamu rasa hidupmu sudah cukup dengan begini?

Aku rasa ini cara-Nya. Semua yang terjadi di luar rencanaku. Terimakasih Tuhan, telah mengingatkanku akan tujuan-tujuan besar dalam hidupku. Bukan sekadar mengingatkan aku punya tujuan. Tapi menegaskan bahwa aku harus bergerak menujunya. Aku sempat lupa atau bahkan pura-pura tidak ingat kalau ‘simsalabimabrakadabra’ nggak akan terjadi kepadaku. Terimakasih telah membuatku (mau tak mau) menyempatkan beberapa hal (yang mungkin tidak urgent saat ini tapi akan sangat berpengaruh di masa yang akan datang) untuk (setidaknya) tidak berhenti.

Aku belajar tentang perjuangan lagi lewat orang-orang yang Engkau kirimkan belakangan hari ini. Ternyata peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian nggak lekang oleh waktu ya :)