Belakangan ini cukup banyak hal yang datang, baik yang direncanakan ataupun di luar dugaan. Semuanya cukup menggoda. Meski akhirnya berhasil menahan diri, di sisi lain gue nggak bisa bohong kalau semuanya punya ketertarikan masing-masing.
Beberapa bulan ini gue harus banyak-banyak minta maaf karena nggak bisa maksimal dalam membantu orang lain, khususnya orang-orang di sekeliling gue. Di satu sisi ada rasa senang penuh syukur ketika memang masih ada orang-orang yang mempercayakan sesuatu (apapun itu) ke gue. Di sisi lain ada kesedihan karena nggak semua kepercayaan itu bisa disanggupi. Bahkan untuk beberapa hal yang keliatannya sepele.

That isn’t easy, for me, to get focus on whatever it is.

Sekarang gue mau coba fokus perlahan-lahan. Sudah saatnya mengerucutkan jalan ke setiap tujuan. Memang, persimpangannya semakin banyak dan beragam. Lalu semuanya seakan menyenangkan. Setidaknya untuk dikunjungi sesaat.

Takut itu ketika rasa senang dan nyaman di sebuah persimpangan terus tumbuh sehingga lupa akan tujuan sebenarnya.

Ini posisi gue sekarang. Sedang di persimpangan. Tapi persimpangan ini sudah diperhitungkan. Kiranya akan jadi tambahan modal untuk mencapai tujuan awal.

Apakah setiap kesempatan yang datang malah akan jadi pendistraksi sesuatu yang sudah dimulai lebih dulu (tapi belum tuntas)? I thought of this sometimes.

Then I thought more. Gue kira ngga ada yang salah dengan pilihan yang gue ambil. Karena gue nggak pernah merasa menyesal atas itu. But remember to set the time, tans. Back to the priorities. Gue pikir sebaiknya sudahi sementara bila dirasa cukup. Selanjutnya berikan waktu khusus untuk fokus. Benar-benar fokus. Mengejar apa yang selama ini cuma bisa diomongkan.