image

I am a proud daughter. I am a happy girl.
Suatu hari, aku mendapat kabar bahwa produk kue ketan srikaya Rumah QueQue menjadi pemenang di UKM Pangan Award 2015 kategori makanan ringan skala kecil dan menengah.
Aku tidak menyangka. Ingat sekali proses pembuatan proposal yang mepet batas pengumpulan itu. Ketika aku mengambil gambar (foto) yang diperlukan, mengeditnya, menyusunnya, mencetak proposal dengan kertas bekas yang ada di rumah sampai menjilidnya dengan ring buku GoodNote (Thanks God I have GoodNote!).
Aku cukup terkejut juga ketika tahu bahwa kompetisi ini berskala nasional, pesertanya dari 34 provinsi di Indonesia.

Bahagia adalah ketika menyaksikan Ibuku berjalan menuju panggung, berdiri bersisian dengan pengusaha hebat lainnya dari berbagai daerah. Bukan karena dapat apa atau bisa foto sama siapa, dimana, disaksikan oleh berapa orang, dan siapa saja. Berulang kali aku bicara dalam hati,
Yes, you really really deserve it mom!

Lebih dari sekadar itu. Ibuku bekerja setiap hari. Mulai habis subuh sampai malam. Bahkan kadang sebelum subuh hingga larut malam. Ibuku tidak harus ke kantor atau ke tempat jauh. Tapi pekerjaannya sepanjang hari. Dengan tetap memerhatikan 3 pasang anaknya yang seringkali bikin sakit kepala. Dengan tetap menjadi teman hidup yang baik untuk ayahku.

Tergambar lagi bagaimana ketika Ibuku meminta bantuanku. Untuk membuat desain kotak kue, stiker, banner. Lagi-lagi selesainya agak molor kubuat.
Tidak pernah lupa bagaimana Ibuku bolak-balik bertanya saat main media sosial. Ketika ingin mengirim foto. Ketika ingin menyalin tulisan di ponsel pintarnya. Menelfonku ketika kebingungan saat menggunakan laptopku. Ketika mau kirim kue dengan layanan ojek online. Paling menyenangkan adalah mengingat ketika ada kue yang agak gosong atau cacat sehingga bisa aku lahap.

Beberapa kali Ibuku mengajak berdiskusi tentang desain booth untuk bazaar, desain toko, sampai membayangkan kalau punya kafe nanti. Kemudian berakhir dengan tawa karena belum punya modal yang cukup.

Aku terharu melihat Ibuku saat itu. Aku menahan agar mataku tidak berair. Aku terbayang bagaimana lelahnya setiap hari. Bagaimana kerja kerasnya. Bagaimana ibadahnya. Waktu tidurnya yang kurang. Kekhawatiran terhadap anak-anaknya. Saat itu rasanya semua seperti terbayar.

Congratulation Mom
Semoga toko dan kafe impiannya segera lahir! :)

Aku tau Ibuku pasti bahagia saat itu. Bahagia karena penghargaan. Bukan dalam bentuk apa dan semewah apa. Karena aku juga mengerti bagaimana rasanya dihargai. Aku bisa paham tentang mereka yang tulus dalam memberikan penghargaan. Sesederhana senyum dan terimakasih, yang berasal dari hati pasti akan berbeda dengan yang disampaikan atas dasar formalitas.