Bagaimana ‘track-record’ kamu?


Bayangkan kamu ada di sebuah ruangan, di depanmu terpampang sebuah layar raksasa. Layar tersebut menampilkan semua hal yang kamu lakukan sejak awal kamu dilahirkan sampai saat ini.

Bagaimana kira-kira ekspresimu?
Bagaimana perasaanmu?
Didominasi tangis, bahagia, kekecewaan, tawa, atau justru penyesalan?

Tak usah kamu pedulikan berapa banyak dan siapa saja penontonnya.
Cukup dirimu sendiri.

Kalau itu aku. Untuk scenescene ‘antagonis’ yang aku perankan  kemaren, aku pasti menyesal. Aku pasti malu. Malu terhadap diriku sendiri. Karena aku yakin semua manusia pada dasarnya punya hati yang baik. Ketika mereka menyaksikan sendiri perbuatan mereka yang mereka paham bahwa itu salah, pasti hatinya gelisah bukan?

Apakah wajar kalau rasa takut sering menghampiriku belakangan ini? Kabar beruntun tentang kepulangan secara tidak langsung membuatku semakin takut. Siapkah aku? Bagaimana perkataan dan pebuatanku? Apa kabar amalku, ibadahku, akhlak-ku? Bisa kah dibilang cukup dan pantas untuk diterima?

Rekam jejak hidupku mungkin memang jauh dari baik dan sempurna. Tapi masih boleh kan, Ya Allah, aku memperbaikinya?

Aku mohon, tuntun aku Ya Allah..

Advertisements

Leave your comment ! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s