Ada pepatah yang mengatakan agar jangan menilai sesuatu berdasarkan luarnya atau penampilannya. Jangan menilai buku dari sampulnya.
Saya setuju kalau penampilannya bagus, belum tentu isinya bagus. Sebaliknya, belum tentu dalamnya jelek jika luarannya tidak bagus.

Di sisi lain, bagi saya penampilan tetap penting. Karena nilai yang baik mencakup penampilan. Terus terang saya sering menilai buku dari cover-nya. Kalau cover-nya menarik, saya baru menilik isinya. Pengecualian untuk buku-buku yang sudah saya tahu buku tersebut memang bagus.

Sama halnya dengan penilaian terhadap orang lain. Contoh sederhana, belum tentu orang yang berpakaian lebih tertutup sikapnya lebih santun daripada yang tidak. Belum tentu orang yang penampilannya (menurut sebagian orang) begajulan perkataannya tidak baik. Ya, untuk beberapa kasus mungkin memang penampilan mencerminkan isinya.

Sebelumnya, saya tidak bermaksud mengkotak-kotakkan atau mengkritik siapapun karena saya juga masih banyak kekurangan, baik dari penampilan, maupun yang tidak terlihat (sikap, sifat, dan sebagainya).

Tapi satu hal. Penampilan tetap penting. Bagi saya, mereka yang berpenampilan baik (dalam sudut pandang saya) sudah menyumbangkan satu nilai yang menurut saya baik. Melalui penampilan, saya dapat melihat bagaimana seseorang menjaga dirinya sendiri dan menjaga orang lain dari hal-hal yang kurang baik.

Saya bersyukur karena orang-orang terdekat dalam hidup saya umumnya dapat berpenampilan baik (sekali lagi, dalam sudut pandang saya) sehingga saya juga bisa belajar dari mereka dan tidak digoyahkan untuk mencoba ‘menyimpang’. Saya tambah bersyukur ketika mendapatkan kenyataan bahwa orang-orang terdekat saya umumnya tidak hanya terlihat baik dari luarnya, tetapi juga mengagumkan ketika saya mengenal dalamnya.