Hidupmu untuk siapa?


Hidup ini bukan untuk orang tua, bukan untuk keluarga, bukan untuk orang lain. Hidup ini pasti dan selalu untuk Allah yang (semoga) atas kehendak-Nya mengalirkan kebaikan untuk Ayah, Ibu, kakak, adik, sahabat, mereka yang kita cintai, serta orang-orang baik lainnya yang pernah ada dalam hidup kita.

Topik pembicaraan yang berkualitas pada suatu siang di sebuah kedai kopi dengan seorang adik, mengingatkan kembali tentang makna hidup dan dekatnya kematian. Pertukaran pemikiran dan pemahaman yang kemudian menantang saya agar terus memperbaiki diri, meluruskan niat, melakukan semuanya karena Allah.

Advertisements

Leave your comment ! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s