Hidup ini bukan untuk orang tua, bukan untuk keluarga, bukan untuk orang lain. Hidup ini pasti dan selalu untuk Allah yang (semoga) atas kehendak-Nya mengalirkan kebaikan untuk Ayah, Ibu, kakak, adik, sahabat, mereka yang kita cintai, serta orang-orang baik lainnya yang pernah ada dalam hidup kita.

Topik pembicaraan yang berkualitas pada suatu siang di sebuah kedai kopi dengan seorang adik, mengingatkan kembali tentang makna hidup dan dekatnya kematian. Pertukaran pemikiran dan pemahaman yang kemudian menantang saya agar terus memperbaiki diri, meluruskan niat, melakukan semuanya karena Allah.