Bogor Jakarta


image

Sesungguhnya saya masih kagum dan ngga habis pikir sama mereka yang memutuskan untuk pergi-pulang Jakarta-Bogor setiap hari dengan alasan pekerjaan. Terutama untuk para pengguna kereta commuter line Jabodetabek yang hampir pasti kondisinya kurang nyaman saat rush hours. Penuh atau terkadang overcapacity sehingga menahan-nahan pegel dan sakit berdiri di himpitan orang-orang. Rebutan oksigen dan terkadang…. the smell is reallyyyy not good karena orang-orang udah cape keringetan. Hampir pasti saya menangkap raut wajah yang kelelahan meski beberapa dibungkus tawa dan senyuman dari obrolan tentang keseharian, kantor, dan keluarga. Dan yang kebagian duduk…. nyaris semuanya memejamkan mata.

Namun yang sekarang saya pikirkan adalah.. waktu yang dihabiskan selama di kereta. Apa saja yang mereka lakukan? Yah, pilihan paling mudah dan hampir dilakukan semua orang adalah sibuk dengan gadget. Atau tidur, kalau bisa.

Saya pribadi, merasa sangat tidak bisa melakukan sesuatu yang valuable selama ada di perjalanan. Kalau dihitung-hitung, saya bisa habis sekitar 5 jam hanya untuk di kendaraan bogor-jakarta-bogor. Waktu yang cukup banyak bukan? Sayang sekali kalau harus disia-siakan. Saya tidak mampu untuk konsisten berusaha produktif selama perjalanan, meski hanya seperlimanya. 5 jam! Kalau pun bukan untuk sesuatu yang secara serius produktif, minimal bisa digunakan untuk tidur, mengerjakan hobi, quality time dengan teman atau keluarga mungkin?

Memang banyak orang yang mengatakan ini biasa saja, karena memang sudah terbiasa. Tapi saya yakin, secara umum ini bukan sesuatu yang nyaman. Kebanyakan hanya berusaha tangguh dan terbiasa. Tapi tidak mendapatkan kenyamanan.

Terkadang, eh seringkali masyarakat Indonesia khususnya akan merasa lebih aman dan senang jika mengetahui ada yang senasib sepenanggungan dengannya. Apakah teori tersebut berlaku untuk para pelanggan setia kereta ini?

Apakah memang benar-benar tidak ada pilihan lain? Apakah memang tidak ada pilihan yang lebih baik, atau hanya agak sulit saja berusaha mencari yang jauh lebih baik?

Apapun itu, setiap orang pasti punya alasannya masing-masing.

Tapi bagi saya, hal ini masih di luar penerimaan dan kesanggupan fisik. Saya sudah pernah mengalaminya dan saya merasa sangat kehilangan banyak waktu berkualitas.

Angkat topi untuk orang-orang ini. Meski sudah terlalu biasa, bagi saya mereka tetap luar biasa. Semoga dimudahkan semua urusannya di dunia dan diberikan kemudahan juga untuk menembus surga nantinya.

21:38, 10 Juni 2016
ketika sedang merasa sangat tidak produktif
dan bingung mau ngapain
serta ngantuk dan lapar
di perjalanan kereta commuter line
Jakarta kota – Bogor

Advertisements

One thought on “Bogor Jakarta

  1. Prasetyo Muchlas says:

    Saya juga pernah merasakan bekerja di Jakarta, tempat tinggal di pinggiran Bogor juga membuat saya harus bergegas mengejar kereta, berangkat setelah sholat subuh, pulang juga malam, karena ketika pulang saya lebih nyaman menunggu kereta yang relatif tidak terlalu penuh, Namun Alhamdulillah sekarang sudah bekerja di Bogor.
    Transportasi kita memang belum bisa dikatakan nyaman khususnya untuk perempuan, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.

Leave your comment ! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s