Menilai orang lain


Lewat cerita dari teman, dari temannya teman, dari isu yang menyebar, dari sosial media, dan dari cuma dengar-dengar, saya tidak jarang menilai atau memberi kesan terhadap orang yang saya tidak kenal atau bertemu saja belum. Bisa positif, bisa juga negatif.

Namun, saat ini saya agaknya cukup menyesal.
Saya merasa harus lebih berhati-hati.
Apa yang saya dengar, belum tentu benar. Belum tentu juga salah.

Saya harusnya baru boleh menilai orang (yah, setidaknya untuk kesan pertama) ketika saya menyaksikan atau berinteraksi langsung.

Saya bisa saja berasumsi negatif kepada seseorang. Tapi, jika saya bertemu langsung dengan orang itu dan sikap serta perlakuannya terhadap saya begitu baiknya… apa saya masih bisa memberi penilaian tidak baik bagi orang tersebut? Ga mungkin. Saya anaknya gampang luluh. Wkwk.

Di sisi lain, ada kalanya saya berasumsi sangat oke terhadap seseorang kemudian orang itu memperlihatkan sesuatu yang di mata saya tidak baik. Apa yang harus saya lakukan? Jika berpikir positif itu sebuah keharusan, saya mestinya ingat kalau setiap manusia punya kekuatan dan kelemahan. Mungkin saat itu dia sedang ada di titik lemahnya dan tidak menunjukkan kelebihannya.

Baiklah, mungkin ini makna dibalik kalimat jangan suka bergunjing dan hindarilah gosip.

 

 

Advertisements

Leave your comment ! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s