Di masa lalu, ga pernah kebayang kalo gue bakal ada di tempat dan lingkungan kaya gini.

Gue ketemu ratusan orang yang menghabiskan akhir pekannya untuk memikirkan solusi-solusi dari permasalahan negara dengan membuat startup.

Salut dengan inisiator serta para relawan yang menghabiskan banyak waktu dan energi untuk membuat ini terjadi.

Respect sekali dengan para mentor dan pembicara yang mau berbagi tanpa dibayar.

Merasa tersanjung bisa berdiskusi langsung dengan para founder/ceo/pm/dsb dari startup-startup keren di Indonesia. Orang-orang yang tadinya gue pikir sangat sulit dijangkau, ternyata humble dan mau mendengarkan ocehan anak ga penting kaya gue.

Pemerintah (khususnya Kominfo), berbagai media, startup, perusahaan, komunitas, dan universitas juga ikut memberi dukungan dengan menyumbangkan produk/jasa seperti tempat kegiatan, publikasi, dll.

Gue terkesima menyaksikan adanya gotong-royong, dua kata yang sudah jarang didengar semenjak nggak baca buku PPKN lagi.

Gue diingatkan kalau hidup bukan tentang uang, status, jabatan, atau penampilan. Tapi bagaimana kita bisa jadi orang yang kehadirannya bermanfaat untuk banyak orang lain.

Gerakan nasional 1000 startup ini jadi bukti kalau Indonesia punya banyak orang berhati baik yang bukan cuma bisa komentar atau mengkritik, tapi ikut peduli, mau mikir pake otak, mau bergerak, dan berkolaborasi untuk menciptakan perubahan baik bagi Indonesia.