Tentang Penolakan


Gue yakin kalau setiap orang di dunia ini pernah mengalami penolakan. Dalam bentuk beraneka ragam. Dari mulai ditolak sama sekolah atau universitas buat belajar disana, ditolak saat ngelamar kerja, ditolak saat minta orang lain nemenin kita jalan, ditolak nyokap pas minta beliin mainan atau baju baru, ditolak pas kita ngajuin sponsor buat ngadain suatu acara, ditolak buat daftar jadi panitia acara atau relawan (mau jadi relawan aja ditolak!), ditolak ade atau kakak pas kita minta masakin mie instan atau cuma ambilin minum, ga dikasih izin sama bokap pas bilang mau ikutan naik gunung, atau mungkin sampai ditolak cintanya 😜💔

Gue bahkan pernah ditolak oleh seorang lelaki tua (mungkin kalau beliau saudara gue, bisa gue panggil kakek) yang kelihatannya (maaf) kumuh dan sangat membutuhkan uluran tangan. Gue cuma mau kasih uang sedikiiit aja buat apa gitu, beli makan. Eh gue ditolak…. Ternyata doi jualan, malah nawarin dagangannya ke gue sedangkan gue ngga paham beliau jualan apa. Tapi satu yang gue pahami di hari itu adalah, sang kakek punya harga diri yang sangat tinggi. Berhasil bikin gue ngerasa kalau gue nggak boleh meremehkan atau merendahkan orang lain, meskipun di mata gue orang itu kasian. Nyatanya orang itu gamau dikasihanin.

Penolakan itu hal biasa. Ditolak dan menolak itu wajar. 24 tahun gue hidup, gue udah makin terbiasa. Udah nggak baperan lagi kalau ditolak buat ikutan sesuatu, pengen sesuatu, atau minta tolong sesuatu.

Pasti ada rasa kesel atau sedih pas ditolak, tapi yaudah. Yaa jalanin aja, hadapin aja semuanya. Toh gue juga bukan orang yang bisa menerima semua permintaan orang lain. Setiap penolakan selalu punya alasan bukan? Atau yaa minimal sebagian besar punya alasan. Alasan yang harusnya bisa kita jadikan pelajaran.

Makin kesini gue makin yakin aja kalau semuanya memang udah diatur. Dari mulai dimana gue tinggal, sekolah, kerja, siapa aja yang bakal ada di lingkaran gue, siapa jodoh gue, makan apa gue hari ini, sampai apa dan siapa aja yang bakal sengaja atau nggak sengaja gue temuin besok.

Well, gue sedang menata kembali target, mimpi-mimpi, doa, dan pengajuan-pengajuan lainnya, yang mungkin peluang penerimaannya hanya 1 dari 100. Gue siap dengan segala bentuk penolakan, tapi gue jauh lebih siap untuk menjemput penerimaan-penerimaan yang baik.

Karena gue selalu percaya, bahwa sesuatu yang baik untuk kita pasti akan diberikan dan dimudahkan jalannya (cepat atau lambat) dan sesuatu yang memang bukan untuk kita, pasti akan diajuhi dari kita, bagaimanapun cara-Nya.

Advertisements

Leave your comment ! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s