Manusia bermanfaat?


Pernah ngga lo tengah malem ngerasa galau gimana caranya buat diri lo jadi orang yang bermanfaat buat (banyak) orang lain?  Pasti sering.

Malem ini, otak gue flashback ke apa yang gue lakuin seharian dari pagi. Men! Banyakan useless nya. Target apa yang harus gue selesain hari ini kontras banget sama kenyataannya. Gue ngerasa jadi orang paling males dan nggak guna. Seakan-akan yakin hidup gue masih panjang. Banyak waktu kebuang cuma buat bermager-mager ria dan scrolling instagram, dikit-dikit mainan layar kaca 5 inci.

Padahal, ada banyaaaaak banget yang mau gue capai. Malam ini, gue nyari trigger buat bikin gue “hidup” lagi. Mau tau apa salah satu trigger yang berhasil bikin gue sadar lagi?

Ngaji! Serius.

Habis ngaji otak gue kayak dilurusin, hati gue dibuat lebih tenang, gue jadi inget sama dosa-dosa gue. Habis itu, gue dipacu buat jadi orang baik yang bertakwa dan bermanfaat buat banyak orang. Gue ditembak lagi pertanyaan tentang buat apa gue hidup di dunia.

Kegalauan gue bertambah ketika sadar kondisi finansial gue lagi jelek. Minus coy! Gue ngutang, ke GoodNote. Untung ke GoodNote, jadi yang nagih gue sendiri hahaha. Terus gimana caranya gue bisa kasih sesuatu ke orang lain kalau gue sendiri aja kondisinya masih kaya gini?

Di sebuah blog, gue baca tentang kisahnya Bilal, dia miskin, tetapi Rasulullah selalu menganjurkannya untuk nggak lupa bersedekah.

Lalu gue disadarin lagi, kayanya belakangan ini gue agak jarang sedekah. Gue seakan lupa, kalau memberi manfaat nggak harus berupa uang atau materi.

Gue bisa kasih barang yang di gue ga kepake tapi mungkin dibutuhin orang lain. Gue bisa aja nulis atau posting sesuatu yang baik, menginspirasi, atau membantu orang lain untuk mendapat rezeki atau kebahagiaan. Gue bisa kan sumbangin waktu atau tenaga gue buat bantu siapa aja gitu? Gue punya otak, punya ilmu, punya kemampuan dan keterampilan yang bisa gue optimalin potensinya buat ngasih dampak positif ke lingkungan gue. Sekadar bikin orang seneng juga sedekah bukan?

Ada banyak cara, tan. Menjadi bermanfaat tidak serumit itu.

Tapi, mau sehebat dan setajir apapun, lo ga bakal bisa jadi orang yang bermanfaat tanpa pamrih kalau di diri lo ngga ada satu hal ini: kepedulian.

28


fam2

Kita tak pernah tahu
Berapa lama kita diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu
Jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu
Ungkapan terima kasihku

Lambang monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan ku mengenal cinta
Bila bukan karna hati baikmu

(Monokrom, Tulus)

Be kind to one another


 

Belakangan ini gue lebih memilih nonton YouTube daripada baca. Kecenderungan visual gue lagi di level yang tinggi. Awalnya gara-gara mau tes IELTS dan nemu channel yang pas banget buat latihan listening. Mencoba untuk membiasakan diri denger ocehan orang-orang berbahasa ‘asing’. Gue suka nonton TED, tapi terus-terusan agak bosen juga. Pernah ada yang rekomendasiin Jimmy Fallon. Yaa, cukup menghibur. Terus ada rekomendasi dari YouTube ke channelnya The Ellen Show. Udah lama nangkring di recommended videos tapi ga pernah gue tengok. Sampai sekitar seminggu lalu gue mulai tonton dan malah keterusan.

Keseluruhan isinya cukup menginspirasi, di luar sesi ngobrol bareng artis dan orang-orang terkenal lainnya, dia sering menjadikan  anak-anak dan “orang asing” sebagai bintang tamunya. Anak-anak yang diundang spesial. Bayangin anak-anak kecil ini lucu banget! Di usia sekitar tiga sampai belasan tahun, ada yang udah hafal tabel periodik, ada yang jadi surfer profesional, ada yang paham banget segala hal tentang kepresidenan (khususnya di US), yang punya perusahaan recycling, nyiptain tangan superhero, main piano level dewa, nari robot, expert di bidang geografi, dan lain-lain.

Orang-orang baik yang diundang literally emang mereka yang baik. Sekecil apapun kebaikannya. Anak kecil sampai orang dewasa, guru, tentara/anggota militer, nanny, pak pos, dan lain-lain dari mulai yang nyelamatin orang saat kebakaran, donorin organ tubuhnya, anak autis yang bisa dapet pekerjaan sebagai barista, guru yang nabung dan pake uang pribadi buat kebutuhan murid-muridnya, pejuang kanker yang jadi beauty blogger, ibu single fighter yang punya anak asuh lalu kehilangan pekerjaan, anak kecil yang nemu uang terus dikasih ke keluarga tentara + surat yang ditulis sebagai ungkapan terimakasih kepada tentara, segelintir orang di satu sekolah yang berjuang keras buat membasmi bully (fyi sempat ada kejadian seorang anak yang meninggal karena kasus bullying) sampai seorang perempuan yang melakukan kebaikan kecil-kecil tapi konsisten setiap hari.

Orang-orang itu biasanya diketahui dari media sosial atau surat yang dikirim orang lain ke Ellen. Penulis suratnya yang menjelaskan kondisi mereka dan kenapa mereka pantas diapresiasi. Selain itu, penulis merasa bahwa dunia perlu tahu tentang cerita mereka. Dunia butuh contoh, contoh yang baik. Di penghujung acara, biasanya bintang tamunya dikasih hadiah dalam bentuk uang, barang, atau tiket perjalanan ke tempat impian mereka. Ellen DeGeneres menginisiasi campaign #beKindtoOneAnother dengan harapan semua orang saling bersikap baik satu sama lain dan menyebar kebaikan tersebut.

Meskipun gue ngga setuju atas pilihan pribadi Ellen yang mendukung LGBT (ya, dia juga gay dan sudah resmi menikah), tapi gue bisa ambil beberapa pelajaran bagus dari acara talk shownya:

  • Teknologi udah sangat maju dan ngasih dampak yang besar. Lewat hashtag #beKindtoOneAnother, tercipta semacam snowball effect yang mengingatkan dan menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik. Kita tinggal posting sesuatu di sosial media, atau kirim email tentang satu kebaikan, lalu seluruh dunia tau. Dari sana juga lah Ellen menemukan banyak orang baik yang akhirnya menjadi bintang tamunya dan berbagi cerita inspiratifnya kepada jutaan penonton. Pihak sponsor juga kemudian menemukan saluran untuk memberikan donasi kepada mereka yang berhak dibantu atau pantas diapresiasi.
  • Kita nggak harus melakukan sesuatu yang besar untuk membuat dunia jadi lebih baik. Kita ngga wajib kaya raya, ngga harus bikin perusahaan, ngga harus sekolah tinggi hanya demi alasan ingin bermanfaat buat orang lain dan mengubah dunia. Kita cuma perlu peduli dan nggak egois.
  • Mengapresiasi itu penting. Gue setuju kalau kita ngga boleh berharap untuk dipuji, dikasih hadiah, atau bentuk apresiatif lainnya. Tapi, menunjukkan penghargaan atau memberikan apresiasi (apapun bentuknya) kepada mereka yang memang pantas, itu sesuatu yang mudah untuk dilakukan dan memberi dampak positif bagi si penerima maupun pemberi. Jadi, kenapa tidak?
  • Semua orang punya hak yang sama atas kehidupan yang layak, pendidikan, perut yang tidak lapar, keamanan, dan pengakuan masyarakat. Jangan meremehkan siapapun. Kita nggak bakal tahu ke depannya siapa bakal jadi apa dan kita nggak akan pernah tahu secara pasti hidup orang lain dan apa aja usaha yang dia lakukan untuk menciptakan kebaikan.
  • Kita boleh tidak setuju atau tidak suka dengan apa yang dilakukan orang lain. Tapi tidak perlu membenci orangnya. Dan bersikap sportif lah, jangan sampai ketika orang itu berbuat kesalahan/ sesuatu yang menurut kita salah, kita berkoar-koar dan menyebarkan keburukannya. Namun ketika ia berbuat sesuatu yang positif, malah diam saja.

 

So, let’s be kind to one another! Everyday, everytime :)

Januari #1


happy-girls

Y: Kenapa ya orang suka nyamain bunga Raflessia sama bunga bangkai? Padahal kan itu beda. Raflessia itu bukan bunga bangkai, meskipun dia baunya juga mirip bangkai. Kalo bunga bangkai itu disebutnya ‘Padma’.

A: Ooh beda ya. Padma-wati? *krik*
Kalau ini bunga apa yun? Itu taneman apa yun? Kalau yang ini?

Salah satu kebahagiaan Januari di 2017 ini adalah dikirimkannya seorang teman yang menyumbangkan pengaruh positif buat gue. Orang yang bikin gue (setelah berbulan-bulan lamanya) akhirnya termotivasi lagi buat olahraga.

Partner lari pagi dan makan di (warkop) tampomas ini akhirnya berhasil merealisasikan keinginan gue buat ke kebun raya cibodas, dan dikasih bonus naik mobil siluman :p

Setiap lari atau jalan bareng, dia ga bosen ngebagi ilmu lanskapnya tentang jenis-jenis bunga, pohon, dan tanaman lainnya, tentang desain taman, jalan setapak, desain trek lari, juga soal mana yang lebih bagus antara tanaman yang didesain mengikuti kontur lereng atau dibuat secara horizontal untuk diterapkan di bukit dan pegunungan.

Kontur lereng! Gue (sok) yakin.

Meskipun begitu, gue cuma inget bunga bakung yang jenisnya banyak dan bougenville (karena emang udah tau). Yang lain namanya susah sih wkwk.

Makasih Yuni!
Meskipun sedih bulan depan ga bisa jogging bareng lagi, tetep sempetin olahraga ya hahaha semoga pekerjaan barunya mengasyikkan dan kita bisa nge-trip bareng lagi :D