#BantuIbuEka


Ini cerita tentang Ibu Eka.

Ibu Eka, adalah seorang ibu 1 anak yang tinggal di daerah Ciawi, Kabupaten Bogor.
Sudah lama ditinggal suaminya dan anak satu-satunya mengadu nasib di Jakarta, Bu Eka menyibukkan hari-harinya dengan menjadi ibu asuh bagi anak-anak di sekitar rumahnya. Sebagian anak-anak ini merupakan anak yatim, ada juga yang masih memiliki orangtua namun hidup dalam kondisi penuh keterbatasan. 

Bu Eka selalu merangkul mereka semua yang datang ke rumahnya dengan menyediakan makanan, menyediakan alat-alat tulis, alat gambar untuk anak-anak bermain, dan juga mengajarkan mereka sholat dan mengaji. Sifat bu Eka yang penuh kasih membuat anak-anak terus berdatangan ke rumahnya selepas mereka sekolah atau membantu orangtuanya masing-masing bekerja.

Ibu Eka sendiri sudahlah tidak muda, dan tidak memiliki penghasilan tetap. Berbagai cara dilakukan Bu Eka untuk menyokong hidup, salah satunya dengan berjualan bunga yang dibuat dari kain-kain sisa.

22154638_10214192989889574_4459569210786961457_n
Saya, dan teman-teman alumni Ilmu Komputer 47 IPB, ingin bergerak membantu bu Eka. Untuk itu, kami menawarkan teman-teman yang ingin membeli bunga-bunga di atas, atau yang ingin memberikan sarannya dalam rangka membantu Bu Eka, agar jangan segan menghubungi kami 🙂

Klik di sini yuk buat bantu Ibu Eka! :)

28


fam2

Kita tak pernah tahu
Berapa lama kita diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu
Jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu
Ungkapan terima kasihku

Lambang monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan ku mengenal cinta
Bila bukan karna hati baikmu

(Monokrom, Tulus)

Soon to be Little Free Library


One day I browsed Pinterest to get some inspiration for (my future) books cafe or cafe-library, something like that. Then I found these pictures!

image

image

image

image

image

image

Oh God I can’t stand on these stuffs. Aren’t they amazing? Why didn’t I think of it before all this time?

My mind walked around. There were more other dreams. So many ideas inside my head. I wish I could have one! Oh no. I hope that I can find that mini-libraries everywhere in my city. How about… at the park? Brilliant.
Yeah. Bogor has several parks and that would be nice if each park has a little free library, for public of course. Everyone would get an access to read books! Even the street childs. Whoever. How about proposing this project to our mayor? Pak Bima Arya, would you please? We’ll make Bogor not only a rain city but also “reading city”. So, around the city we’ll find people enjoy reading instead of playing with their gadgets.

I can’t just keep it on my mind so I tell my family, I talked to (some of) my friends and their responses…. well, actually they were agree that it was a cool idea to be implemented. But… I have to think about every detail of it because making a public facility ain’t that easy. I should understand and have a clear explanation for the concept, library’s system, how to build it, how much it cost, how to collect the books, and the hardest part is how to maintain it.

God. Why suddenly it came so far from the reality?

O..kay. I gave up. But I won’t really give up at all. I want have one. For this time, maybe it will be enough if I put that one in front of my home. Oh, then I thought I can put it in front of Mom’s cake shop. Ya, Rumah QueQue.

I shared this idea to my mom and my aunt too. Auntie supports me and nicely would accompany me to the carpenter.

After some occasions, finally there was mom who brought me to a place where the carpenter is a man behind my story of when a dream come true :”””)

image

I can’t keep myself calm for this excitement! Sadly I have to do some works until I can freely paint this lovely mini library and fill it with good books. Can’t wait!! ❤

2014 in Review


Buat gue, 2014 itu tahunnya kegalauan masa depan :v
Mulai dari semester akhir perkuliahan, nyusun tugas akhir, masa-masa terakhir (sebagian besar hidup gue) bareng pixels. Seneng yah broh berhasil melalui hitam-putih-hitam dunia programmer kekeke meskipun ujungnya sesedihan juga. Sampai kami kolokium, seminar, sidang, lulus. Di antara masa-masa itu gue sukses bikin cupcake coklat-kopi perdana! Kalau males sama gue silahkan karena sejujurnya gue proud for myself atas enaknya kue ini xixixi *clapclapclap
image

Hamdalah dan bahagia adalah ketika lo dinyatakan LULUS. Kalo waktu itu ada yang mergokin gue keliatan kayak orang abis nangis setelah sidang…. Y o u k n o w g u y s Gue ada perasaan takut ngga lulus karena pas disidang gue dai dai daaaaaai awalnya sok santai ujungnya dibantai hahaha tapi satu hal yang bikin gue sampe segitunya adalah closing statement dari dosen pembimbing kedua gue yang soooooo touchy hiks

image

Baru di tahun 2014 akhirnya para sobat (ngga ya?) ngumpul lengkap pas hari ulang tahun gue! Oke jujur gue bahagia heheheh thanks ya girls <3

image

Family quality time! Bermalam di tempat kece di daerah Ciwidey, Bandung (deket kawah putih). Namanya Green hill Park. Tempat wisata baru yang nuansa alamnya dapet banget. Recommended! Silahkan googling :)

image

Di akhir tahun kami juga bisa ngumpul lengkap lagi sekeluarga. Ngerecokin yogyakarta, ke desa-desa wisata batik, gerabah, kerajinan kulit, dan kuliner pastinya. Credit for my best man yang selalu nyempetin dan berusaha ngumpulin 8 orang yang udah misah kesana-sini sibuk masing-masing untuk ngumpul bareng. He always told us that family is number one.

Friends quality time! Karena udah nggak kuliah dan pastinya gue punya banyak waktu luang. Pertemuan dengan teman-sahabat pun jadi lebih gampang. Ajang silaturahmi banget deh.

image

Graduation everywheeere yang bikin gue envy karena gue nggak wisuda tahun 2014 huhuh. I really appreciate semua perjuangan kalian hey guys I know that was really far from easy. Perjalanan paling jauh untuk ke wisudaan versi gue adalah (cuma) ke Bandung seharian pulang-pergi demi si artis bandung selatan (pake id ym yah: aiidisini) nyahhahahaha :))

image

Gue tau UX di awal tahun 2014, tepatnya ketika gue bertemu dengan topik skripsi. Gue menemukan bagian dari diri gue di situ waw gue menemukan jati diri! halahalahh karna sumber belajar yang masih minim (terutama di indonesia) gue cari-cari gali-gali dan akhirnya direkomendasikan oleh seorang alumni ilkom ipb (sesama anak bimbingan pa firman tapi gatau tahun berapa) untuk gabung di grup FB-nya UX Indonesia. Dari sana gue dapet banyak ilmu dan informasi.
Sampai suatu hari ada UX meetup di daerah Jakarta, malam hari. Waktu itu event-nya UX masih jarang dan gue pengen banget ikutan. Nyari-nyari temen (karna masih pemalu jadi takut mati gaya) sampe akhirnya dapet temen. Lalu sedih-sedihan terancam gabisa ikut karena ada bimbingan meni pas gitu hari nya dan jam nya sama. Sampai akhirnya dosennya yang cancel bimbingannya dan hooraaaaaaayy gue pun bahagia karena malam itu achievement unlocked: ikut event UX! Kyah. Iya. Waktu itu gue seseneng itu. Gapapa ya :)

Beberapa bulan kemudian, masih di tahun 2014, gue dapet info kalau Indonesia bakal ngadain Konferensi UX. Perdana di negara ini. Hwaw…… m u p e n g. Gue langsung buka web nya. Tapi apa daya. Kantong mahasiswa. Ga sanggup bayar jutaan untuk 1 nomor tiket. Pasrah pasrah sok ikhlas ah akhirnya. One day, sepertinya Allah lagi pengen liat gue seneng, ada pengumuman di grup UX Indonesia kalau UXID Conference open volunteer. Mataku tak berkedip! Sung lah email.
Balasan email gue terima besoknya dan di hari itu juga gue diminta hadir rapat jam 7 malam di daerah Jakarta Selatan yang berakhir dengaaan gue menjadi bagian dari awesome-team UXID Conference 2014. Seneng seseneng-senengnya.

image

Excited ketika gue denger kalau Matthew Magain akan jadi salah satu pembicaranya. Sebagai referensi untuk skripsi, gue suka berkunjung ke web-nya UXMastery. Gue juga udah sempet baca-baca artikel dan terpesona sama hasil sketching-nya Magain ini. Ternyata, beliau adalah co-founder UX Mastery. And guess what ?!! I feel so blessed karena dikasih kesempatan untuk jadi asisten workshop-nya Mr. Magain pas konferensi. Lebihnya lagi, buku GoodNote dengan gambar ilustrasi potretnya Mr. Magain bikinan gue sampe di tangan beliau. Lalu salah satu buku cerita bikinan beliau sekarang jadi milik gue. I can’t describe this happiness :”)

image

Satu lagi, ada sebuah workshop yang mengajak young design thinkers untuk solving masalah pemenuhan nutrisi (khususnya) bagi para maternal (Ibu muda yang baru menikah dan baru akan punya anak pertama) di daerah Sidoardjo, Jawa Timur (terutama untuk kalangan menengah ke bawah), dengan segala kondisi yang ada dan keterbatasan di lapangan. Dua hari yang menunutut otak nggak berhenti bekerja. Mikir abis-abisan dengan post it di seluruh sudut ruangan. These guys are really brilliant. Gue belajar banyak dari orang-orang ini :)

image

Sisanya adalah hari-hari bersama GoodNote yang usianya udah setahun yaaay! Mikirin gimana goodnote ke depannya, apalagi kalau udah pada kerja. Hal ini cukup bikin galau, seriously. Galauin pekerjaan. Tes sana sini. Di-php-in sama perusahaan yang gue pengen. Stres (dikiit) karena ada kebutuhan yang perlu uang tapi belum menghasilkan sedangkan gue pilih-pilih banget soal kerjaan. Sampai akhirnya gue mendapatkan (kalau dipkir-pikir) emang apa yang gue butuhkan. Gue akhirnya dapet pekerjaan yang nggak mengharuskan gue berjejalan di jalanan kejar-kejaran sama jam tangan untuk sampai kantor dan halo-halo sama bulan abis cape ngantor. Gue rasa cukup baik sebagai permulaan. Gue masih bisa sambil belajar memenuhi requirements untuk bisa lolos tes universitas impian dan dapetin beasiswa.

This year was full of amazement. Apa yang gue khawatirin dan gue tebak-tebak di waktu yang lalu, beberapa udah kejawab sekarang. Beberapa udah nggak perlu dikhawatirkan. Allah emang selalu tau apa yang gue butuh dan selalu ngasih waktu yang tepat untuk itu. Alhamdulillah. Terimakasih untuk semuanya yang ikut jadi bagian di 2014 gue! :)