Gallery

pak ujang


udah dari deket deket uts semester 3 gw janji mau nulis di blog tentang seseorang ini.

sebenernya cuma karena 1 hal kecil yang menurut gw itu unyu banget untuk ukuran seorang dosen.

namanya Pak Ujang Sumarwan
dosen mata kuliah minor gw, pengantar manajemen.

di hari terakhir beliau ngajar, beliau tampak keliatan lebih sibuk dan riweuh dari biasanya. keluar masuk kelas. berkali-kali.
memang hari itu materi udah selesai..

beliau masuk dengan membawa berlembar-lembar kertas fotokopian untuk tugas kami. kemudian keluar lagi. masuk lagi.

sampe sempet terlintas di otak gw, ini bapaknya kenapa sih dari tadi bolak-balik haha..

ternyata dia kembali lagi ke kelas dengan digital camera di tangannya. terus beliau memanggil kami perkelompok.

ya kita sih nurut aja

dan.. kami disuruh berdiri berjajar kemudian beliau menyorotkan digi-cam-nya ke arah kelompok yang udah berdiri di depan.
beliau ngambil foto kami!

waw

lalu beliau ngomong gini:

“ayo siapa lagi kelompok yang udah siap? nanti biar saya pajang di blog saya”

entah kenapa menurut gw itu so sweet :3

dan gw juga langsung terlintas untuk memperkenalkan beliau di blog gw :D

oke, gw ngga tau beliau jadi masang foto kami di blognya atau ngga. atau beliau punya lebih dari 1 blog atau gimana. tapi waktu ngedenger beliau ngucapin kalimat itu gw terharu :”> ahahahahah.

Advertisements

Kajian Hawthorne


“efek dari adanya rancaangan insentif lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan tekanan pada kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman..”

kenyamanan dengan insentif yang biasa saja masih lebih baik dibandingkan dengan insentif besar namun belum bisa memenuhi rasa aman dan nyaman :)

walaupun kajian ini ini nggak luput dari berbagai macam kritik, kajian ini mengungkapkan adanya faktor lain selain insentif dn lingkungan fisik yang berpengaruh, dan hal ini lebih terkait dengan apa yang disebut perilaku manusia dalam organisasi

A Year and 4 Years from now :)


Management Class-Departemen of Management, College of Economics and Management, Bogor Agricultural University

http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/

TARGET HIDUP :D

1 TAHUN KE DEPAN?

Hmm saya mau:

  • Udah punya modem sendiri hehe
  • Udah nge-blog tiap hari
  • Naik tingkatlah dengan IPK yang memuaskan hehe amin
  • Main dengan anak-anak jalanan
  • Lebih peka terhadap lingkungan
  • Mendesain ruangan

4 TAHUN lagi !

  • Udah lulus kuliah tentunya :)
  • Menulis buku
  • Menulis novel
  • Punya bisnis
  • Punya penghasilan
  • Bisa main piano
  • Punya galeri lukisan
  • Bikin film
  • Mendapatkan beasiswa ke luar negeri
  • Berhasil membuat software komputer
  • Berhasil membuat game komputer
  • Mendesain rumah atau toko

Tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya tergantung pada dirimu sendiri, seberapa besar kemauanmu, usahamu, doamu, dan kehendak-Nya :)

nb: Masih banyak target lain tentunya dan tidak semuanya dapat dijabarkan disini. Hhe’

Masalah, Solusi, dan Prioritas


Management Class-Departemen of Management, College of Economics and Management, Bogor Agricultural University

Dosen: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, Msc

Have a problem? Or too much problems?

Yaa, semua orang pasti punya masalah. Pasti. Begitu juga dengan saya hehe.

Masalah saya yang tidak hilang-hilang sampai sekarang yaitu:

MANAJEMEN WAKTU

Dan itu sangat berpengaruh ke hal-hal lainnya mulai dari yang sederhana seperti pola makan sampai ke amanah-amanah yang besar tanggung jawabnya. Entah kenapa yang namanya mengatur waktu itu sangat susah ya. Niat untuk  berubah selalu ada. Rancangan-rancangan, catatan, serta jadwal harian pun sudah dibuat.

Namun, dalam PELAKSANAANNYA, hal kedua yang menjadi masalah adalah:

bisa KONSISTEN.

Meskipun rancangan yang sudah dibuat  itu sangat bagus dan masuk akal, kalau tidak konsisten maka hancurlah semua. Kadang semangat untuk menjalankannya hanya di awal. Beberapa lama semakin memudar dan akhirnya kacau balau.

Kenapa bisa begitu?

Hmm mungkin itu karena kemauan kita yang kurang kuat. atau mudah terbawa suasana sehingga apa yang sudah kita rencanakan menjadi berubah total alurnya.

Solusinya, sebenarnya sudah sering dikatakan oleh orang:

“Warnailah dunia, jangan biarkan dunia mewarnaimu”

Sebelum mengubah dunia, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengubah dirimu, memperbaiki dirimu..

Kita harus bisa mengendalikan setiap kondisi yang kita hadapi, jangan dikendalikan oleh situasi tersebut. Memang sulit. Tapi bukan berarti tidak bisa. Sulit dan tidak bisa itu berbeda :)

Kemudian menentukan prioritas. Tetapkan apa yang paling penting dalam hidupmu, yang penting setelah itu, dan seterusnya. Dahulukan yang utama, tempatkan di prioritas teratas. Urutkan tujuan-tujuan dari yang paling kecil sampai tujuan besar. Tujuan besarmu akan tercapai setelah beberapa tujuan kecilmu berhasil diwujudkan.

Pegang dan jalankan apa yang sudah menjadi prinsipmu. Patuhilah apa yang sudah kamu tetapkan, disiplinlah pada diri sendiri, tanggung jawablah pada setiap keputusanmu, dan hargailah dirimu sendiri..

Jangan selalu berpikir tidak bisa, karena setiap masalah yang kamu alami tidak akan lebih besar dari kemampuanmu untuk memecahkannya. Kalau kamu memutuskan kamu tidak bisa, itu artinya kamu tidak menghargai dirimu, kamu tidak memberikan kepercayaan kepada dirimu sendiri, tidak memberi kesempatan pada diri sendiri untuk berjuang menemukan jalan keluar dari masalah yang kamu hadapi.

Jadi, percayalah pada diri sendiri  n_n

Bab 5 Pengantar Manajemen


Management Class-Departemen of Management, College of Economics and Management, Bogor Agricultural University

Dosen: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, Msc

Kepemimpinan yang Beretika

Manajer yang baik adalah dia yang bisa menjadi pemimpin dan menjadi teladan. Pemimpin harus memiliki etika yang baik juga. Bagaimana caranya agar seorang manajer bisa menjadi contoh yang baik?

 

1.      Selalu etis dan jujur dalam setiap waktu

JUJUR adalah segalanya. Setiap orang yang mau sukses harus jujur dalam segala hal. Selain itu, ia selalu bersikap etis, santun, dan selalu bisa menghargai orang lain.

 

2.      Berkata dengan benar; jangan menyembunyikan atau memanipulasi informasi

Ini masih berkaitan dengan hal kejujuran. Seperti apapun keadaan, manajer yang baik tidak pernah mengada-ada. Ia memberikan informasi yang sebenarnya, tanpa dikurang-kurangi atau pun dilebih-lebihkan.

 

3.      Mengakui kegagalan  dan tidak mencoba menutupinya

Manajer yang hebat adalah ia yang bisa mengakui kesalahannya, kegagalan yang ia hadapi, dan selalu kekurangannya. Ia tidak menutp-nutupi kegagalannya, justru  ia berusaha agar kegagalan yang telah ia alami tidak akan terulang lagi nantinya. Ia berbagi pengalaman dengan orang lain, menerima kritik dan berbagai masukan yang membangun

 

4.      Mengkomunikasikan nilai–nilai etika bersama pada karyawan melalui simbol, cerita dan slogan

Segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitar manajer tidak boleh terlepas dari nilai-nilai etika. Nilai tersebut diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari perusahaan/ organisasi, bahasa, sikap, gerak-gerik tubuh, bahkan sampai slogan perusahaan. Hal tersebut dilakukan agar nilai-nilai etika terebut melekat, menjadi kebiasaan, dan menjadi karakter perusahaan.

 

5.      Memberikan penghargaan pada karyawan yang berperilaku etis dan memberikan sanksi pada mereka yang tidak

Selalu ada penghargaan untuk mereka yang berbuat benar dan sanksi untuk yang bersalah. Di sini manajer diharapkan untuk bisa bersikap adil. Sanksi yang diberikan kepada karyawan yang tidak berperilaku etis tentunya harus bisa membangun dan memberikan kesadaran bagi karyawan tersebut untuk berubah menjadi berperilaku etis. Begitu juga sebaliknya, penghargaan yang diberikan jangan sampai membuat karyawan itu besar kepala sehingga kinerjanya menurun, tetapi harus membuatnya semakin terpacu untuk menjadi lebih baik lagi dan merasa bahwa nilai-nilai etika yang selama ini ia terapkan menjadi semakin penting.

 

6.      Melindungi karyawan (whistleblowers) yang menginformasikan adanya perilaku tidak etis atau   mengemukakan issu-issu etis

Atana Sarah Dinda Nadhirah

G64100121