Bandung Innovation Jam 2016


Beberapa waktu lalu, iuran.id bekerja sama dengan HyvePulseLab, dan Australian Aid mengadakan sebuah kontes berjudul Andai Aku Walikota. Untuk lebih jelasnya, bisa tonton video ini atau kujungi website iuran.id

Dari ribuan ide yang terkumpul, dipilih 16 ide untuk kemudian dikembangkan dan harapannya benar-benar dapat terealisasi.

finalis_poster_desain

Pada 27-29 Mei 2016, diadakan serangkaian kegiatan untuk menindaklanjuti 16 ide tersebut. Sekitar 50 peserta dari berbagai usia dan latar belakang berkumpul di Balai Kota dan bekerja bersama-sama dalam 8 kelompok yang masing-masingnya bertanggungjawab untuk mengembangkan satu atau dua dari 16 ide yang ada.

Hari Pertama |  Jumat, 27 Mei 2016
16 finalis mempresentasikan gagasan-gagasan mereka langsung di depan para juri, termasuk Pak Ridwan Kamil.
IMG_20160527_165743 - Copy

Setelah sesi presentasi selesai, kami semua (finalis dan peserta) pindah dari auditorium ke ruang serbaguna Balaikota Bandung dan membentuk 8 kelompok (A-G). Si finalis pun juga ikut masuk ke dalam kegiatan kelompok namun sengaja didesain setiap finalis tidak akan membahas idenya sendiri. Sebagai contoh, Kang Dani kan punya ide “Motor Layanan Kesehatan Darurat”, tapi beliau malah dimasukin ke kelompok lain yang tidak membahas ide itu. Tujuannya agar idenya berkembang lewat sudut pandang orang lain dan tidak tersetir dengan yang punya ide awalnya.

Saya sendiri kebagian masuk di kelompok G, yang membahas ide tentang Bandung Historical Wall dan Information Public CenterSatu kelompok terdiri dari 5 orang dan dibantu oleh seorang fasilitator dari PulseLab. Sebagai permulaan, kami mempelajari ide yang diberikan kemudian membuat asumsi-asumsi mengenai ide tersebut. Misalnya;

  • Apa itu Information Public Center?
  • Apa itu Historical Wall?
  • Siapa yang membutuhkan?
  • Kenapa dibutuhkan?
  • Dimana nanti lokasinya?
  • Bagaimana cara mengaksesnya?
    dan lain-lain..
1464393712959 - Copy

Diskusi awal

 

Hari Kedua | Sabtu, 28 Mei 2016
Dari asumsi-asumsi tersebut, kami membuat sebuah protoype sederhana (low fidelity) dalam bentuk fisik.  Prototype tersebut akan diujikan kepada orang-orang yang kiranya menjadi sasaran pengguna. Berikut prototype versi pertama dan sangat sederhana yang dibuat kelompok kami:

IMG_20160528_185745 - Copy

LOST IN BANDUNG (Pusat Informasi Umum untuk Wisatawan) dan Historical Wall yang memuat sejarah-sejarah Bandung

Setelah itu, kami keluar gedung untuk mencari target pengguna. Berhubung sasaran kami adalah wisatawan (terutama yang dari luar Bandung), kami berkeliling Jalan Braga.

 

1464526312657 - Copy

Wawancara dengan 2 wisatawan dari Jakarta

1464526317566 - Copy

Wawancara dengan wisatawan blasteran Korea-Palembang

1464526309181 - Copy

Bertemu dengan wisatawan asing yang ternyata tidak bisa mendengar

1464526277768 - Copy

Wawancara dengan wisatawan dari Cimahi

Setiap wisatawan memiliki cerita yang berbeda dan keunikan masing-masing. Ada yang benar-benar mengandalkan internet dan sosmed, ada yang sangat meminati sejarah dan budaya, terutama tentang kisah-kisah mitologi Bandung seperti Prabu Siliwangi, ada yang sudah sangat kenal Bandung tapi kekurangan info tentang event-event yang diadakan di Bandung. Namun, ada beberapa kesamaan juga dari mereka, yaitu membutuhkan pusat informasi di lokasi yang strategis dan menurut mereka yang strategis itu di pusat kota. Kemudian, secanggih apa pun teknologi, mereka masih merasa membutuhkan adanya kehadiran manusia yang bisa diajak berkomunikasi secara face to face untuk bertanya berbagai hal tentang Bandung. Mereka semua juga menganggap sejarah itu penting.

Ohya satu lagi, karena wisatawan asing yang kami temui ternyata kesulitan untuk mendengar dan alat bantu dengarnya tertinggal di penginapan, kami mendapatkan insight bahwa fasilitas-fasilitas umum yang ada di Bandung harus ramah dan mendukung kaum difabel.

Setelah melakukan wawancara dan uji prototype, kami kembali melakukan brainstorming untuk menggali insight-insight berdasarkan uji lapang. Banyak kebutuhan dan pengalaman pengguna yang baru kami tahu atau sadari sehingga muncul lah ide-ide baru lainnya yang mungkin bisa menjadi solusi.

IMG_20160528_184911 - Copy

Hasil brainstorming kelompok G

Hari Ketiga | Minggu, 29 Mei 2016

Sebelum hari ketiga dimulai, ada sedikit kegiatan dari Pertamina mengenai campaign #GoGreen #Pertamaxbersihbersih #RecycleYuk
Jadi, kita bisa menukar kertas-kertas bekas dengan pertamax. Bawa saja ke pom bensin milik Pertamina (dengan kode 31), kemudian kertasnya ditimbang dan akan ditukar dengan pertamax sesuai dengan nilai harga timbangan kertas. Kita juga bisa menyumbang botol plastik bekas dan mengunduhnya di media sosial sebagai kampanye yang kemudian akan diundi untuk mendapatkan voucher dari Pertamina.

IMG_20160531_235321

1464520439954 - Copy

Peserta Bandung Innovation Jam saat acara campaign Pertamina

Lanjut ke kegiatan utama!

IMG_20160528_184920 - Copy
Hasil dari proses brainstorming di hari kedua dilanjutkan dengan pembuatan prototype kedua dan mengujinya lagi. Dari uji pengguna yang kedua, tentunya bermunculan hal-hal baru lainnya yang menarik seperti pada pengujian sebelumnya. Contohnya, karena wisatawan ternyata membuthkan interaksi langsung secara tatap muka, muncul ide untuk mengadakan program volunteering untuk menjadi tour guide. Intinya, hari ketiga adalah iterasi dari hari kedua namun kali ini kami lebih spesifik, fokus kepada beberapa fungsi dan insight-insight yang menurut kami paling tinggi prioritasnya.

IMG_20160529_195705 - Copy

Ini kelompok super aku! (kiri ke kanan: Billy, Atana, Deden, Isman, Izan)

Ohya, sebagai informasi, anggota kelompok saya yang kedua dari kanan itu adalah M. Isman Junian Rahman, seorang mahasiswa S2 Teknik Elektro ITB yang punya ide membuat wisata virtual kota Bandung dengan memanfaatkan teknologi virtual reality. Dia itu satu dari (hanya) 10 orang di Indonesia yang punya lisensi ke Google Street View.  Dia adalah pemenang juara 1 dalam kontes “Andai Aku Walikota”.

IMG_20160531_211731

Teman SMA yang nampung aku selama di Bandung :p

Kegiatan diakhiri dengan presentasi dari setiap kelompok dan ulasan dari perwakilan pemerintah Bandung. Semua ide menarik dan beberapa bisa berkolaborasi satu sama lain. Selanjutnya, pekerjaan ini akan diteruskan oleh pihak penyelenggara dan Pak Walikota. Secara keseluruhan acara ini sangat menarik, bermanfaat, dan menginspirasi. Bersyukur dan bahagia banget bisa ikutan berpartisipasi di acara yang keren ini. Semoga ide-idenya bisa cepat terealisasi yah, Bandung! Semoga juga kegiatan baik dan bermanfaat seperti ini bisa menginspirasi kota-kota lain di Indonesia :)

 

 

 

Advertisements

Garis start


Belum lama ini, gue bergabung dengan tim panitia UXID Conference. It still feels like a dream for me. Sangat mudah karena tanpa seleksi. Sebelumnya gue emang berminat ikut acara conference-nya. Memahami UX Lebih dalam. Belajar langsung dari ahli-ahlinya. Memperluas jaringan. Bertemu langsung dengan tokoh-tokoh UX dunia. Tapi harga tiketnya telalu tinggi buat gue (saat ini), di atas 1 juta teman-teman :’3
Ketika ada pengumuman open volunteer, gue otomatis daftar. Esoknya, gue dapet email balesan buat hadir rapat malam itu juga, di daerah Sudirman, Jakarta Selatan. I was truly excited, tapi khawatir bisa dapet izin orang tua untuk keluar malam hari dan (pasti) pulang larut.

Setelah menjelaskan acara apa itu, betapa gue pengen gabung tapi ga mampu beli tiketnya, dan sebuah kesempatan langka ini datang, kepada sang ayah. Setelah beliau tanya naik apa kesana, perginya pulangnya, sama siapa, jam berapa, dan memastikan ada kendaraan untuk pulang, gue… diizinkan. Gue diizinkan. Wow. I really had a full tank of excitement that time.

Bermodalkan pengalaman secuil pas skripsian, google search, google maps, kebiasaan disorientasi jalan, mulut untuk bertanya, dan kepercayaan ayah, akhirnya gue berangkat. Oke, ada sedikit salah-salah belok, tapi overall lancar dan gue sampai di tkp.

Malam itu gue melihat sebuah tempat kerja, sebuah ruangan luas di sebuah kantor, yang gue suka. Gue bertemu dengan orang-orang yang menurut gue mereka sangat kece dan profesional. Gue merasa sangat ‘kecil’. Gue (setahu gue) adalah satu-satunya yang berstatus pengangguran (eh, engga deng kan gue wirausaha :p). Tapi serius gue cukup minder. Gue ketemu dan setim, iya satu tim kerja! dengan orang-orang yang selama ini gue tahu (belum kenal) lewat media sosial, orang-orang yang expert di bidang UX. Orang-orang yang selama ini (dari jarak jauh) gue kagumi. Satu lagi, konsep rapat malam itu adalah favorit gue. Kata temen gue sih itu namanya metode agile. Kaya proses contextual inquiry buat nentuin user needs sih kalo di metode UX-nya Hartson-Pyla.

uxid meetup

Kami menyusun apa-apa saja yang menjadi kebutuhan dari H-3minggu, H-2minggu, H-1minggu, H-3hari, H-2hari, H-1hari, dan saat hari H untuk para pembicara, peserta, sponsor, dan partners. Kami beridiri di depan space putih penuh sticky notes ini, berbicara, memberi saran, berdiskusi. Gue akui ini cara yang efisien untuk brainstorming dibandingkan dengan cara ‘kaku’ yang biasanya.

Satu lagi, tapi ini rahasia ya. Belakangan ini gue berhasil memperkenalkan goodnote ke orang-orang hebat ini dan insya Allah bakal dapet peran di konferensi UX 6 November nanti :”)

Such an awesome plan, God. Thank you. Thanks. So much. Alhamdulillah.

UX Roles


There are some consistent roles/specialisations for a UXer working on a web project, including:

  • User Researcher: focuses on tasks such as conducting user interviews, interviews, behaviour analysis;
  • Information Architect: focuses on tasks such as how to organise site content, how search should work, what labels to use on menus;
  • Content Specialist: focuses on tasks such as copywriting, how to structure content to be deployed on different devices, microcopy on headings & buttons;
  • Interaction Designer: focuses on tasks such as what screens should go where in an app, and how a user flows through them. Also transitions between screens, often inspired by real-world paradigms (page curls, sliding windows etc.);
  • Visual Designer: focuses on typography, layout, colour, graphics, visual effects, imagery, texture, mood;
  • Project Manager: focuses on planning, organising and controlling a project and its team—including UX-related activities;
  • Front-end Coder: focuses on writing HTML, CSS, JavaScript code to implement a visual design; and
  • Online marketer: focuses on marketing activities like sales copy, conversion rates of landing pages, email campaigns, web analytics, SEO, and integrating sales with blog content.

Matthew MagainUXmastery