#BantuIbuEka


Ini cerita tentang Ibu Eka.

Ibu Eka, adalah seorang ibu 1 anak yang tinggal di daerah Ciawi, Kabupaten Bogor.
Sudah lama ditinggal suaminya dan anak satu-satunya mengadu nasib di Jakarta, Bu Eka menyibukkan hari-harinya dengan menjadi ibu asuh bagi anak-anak di sekitar rumahnya. Sebagian anak-anak ini merupakan anak yatim, ada juga yang masih memiliki orangtua namun hidup dalam kondisi penuh keterbatasan. 

Bu Eka selalu merangkul mereka semua yang datang ke rumahnya dengan menyediakan makanan, menyediakan alat-alat tulis, alat gambar untuk anak-anak bermain, dan juga mengajarkan mereka sholat dan mengaji. Sifat bu Eka yang penuh kasih membuat anak-anak terus berdatangan ke rumahnya selepas mereka sekolah atau membantu orangtuanya masing-masing bekerja.

Ibu Eka sendiri sudahlah tidak muda, dan tidak memiliki penghasilan tetap. Berbagai cara dilakukan Bu Eka untuk menyokong hidup, salah satunya dengan berjualan bunga yang dibuat dari kain-kain sisa.

22154638_10214192989889574_4459569210786961457_n
Saya, dan teman-teman alumni Ilmu Komputer 47 IPB, ingin bergerak membantu bu Eka. Untuk itu, kami menawarkan teman-teman yang ingin membeli bunga-bunga di atas, atau yang ingin memberikan sarannya dalam rangka membantu Bu Eka, agar jangan segan menghubungi kami¬†ūüôā

Klik di sini yuk buat bantu Ibu Eka! :)

1000 Startup Digital, Makna dari Gotong Royong


Di masa lalu, ga pernah kebayang kalo gue bakal ada di tempat dan lingkungan kaya gini.

Gue ketemu ratusan orang yang menghabiskan akhir pekannya untuk memikirkan solusi-solusi dari permasalahan negara dengan membuat startup.

Salut dengan inisiator serta para relawan yang menghabiskan banyak waktu dan energi untuk membuat ini terjadi.

Respect sekali dengan para mentor dan pembicara yang mau berbagi tanpa dibayar.

Merasa tersanjung bisa berdiskusi langsung dengan para founder/ceo/pm/dsb dari startup-startup keren di Indonesia. Orang-orang yang tadinya gue pikir sangat sulit dijangkau, ternyata humble dan mau mendengarkan ocehan anak ga penting kaya gue.

Pemerintah (khususnya Kominfo), berbagai media, startup, perusahaan, komunitas, dan universitas juga ikut memberi dukungan dengan menyumbangkan produk/jasa seperti tempat kegiatan, publikasi, dll.

Gue terkesima menyaksikan adanya gotong-royong, dua kata yang sudah jarang didengar semenjak nggak baca buku PPKN lagi.

Gue diingatkan kalau hidup bukan tentang uang, status, jabatan, atau penampilan. Tapi bagaimana kita bisa jadi orang yang kehadirannya bermanfaat untuk banyak orang lain.

Gerakan nasional 1000 startup ini jadi bukti kalau Indonesia punya banyak orang berhati baik yang bukan cuma bisa komentar atau mengkritik, tapi ikut peduli, mau mikir pake otak, mau bergerak, dan berkolaborasi untuk menciptakan perubahan baik bagi Indonesia.

Video

Philosophy for a happy life


Seseorang dengan penyakit serius bukan tidak pernah merasakan sakit atau menderita karena keterbatasannya untuk melakukan segalanya. Mengalami hari-hari buruk dan serangan berbagai ketakutan mengenai teman, sahabat, pergaulan, penerimaan masyarakat, dan masa depan akan selalu ada.

Meskipun begitu, selalu masih ada, bahkan masih banyak sesuatu yang dapat dilakukan. Mengenai kecintaan terhadap sesuatu, impian, passion. Apapun itu yang membuat bahagia.
Bisa jadi sebuah alasan untuk melupakan rasa sakit atau sekadar mengalihkannya meskipun hal itu tak bisa dihindari. Makanya mencari kesibukan untuk mendapat kebahagiaan bisa menjadi sepenting itu.

Kenapa harus berfokus kepada segala kesedihan kalau di sisi lain ada yang bisa digapai untuk menciptakan hidup yang menyenangkan?

Bukan untuk melupakan sakitnya. Tapi untuk membuktikan. Bahwa setiap orang, apapun kondisinya selalu bisa bermanfaat. Tapi untuk bisa ikut terlibat. Untuk mengubah dunia. Mengubah dunia artinya memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Setidaknya banyak orang dibikin bahagia.

Bonusnya, melihat dan mengetahui bahwa banyak orang bahagia karena sesuatu yang kita kerjakan justru memberikan kebahagiaan yang berlimpah bagi diri sendiri.

Gallery

BPI 2014: Pendidikan Indonesia Siap Melesat!


Bincang Pendidikan Inonesia (BPI) 2014 ini acaranya @bincangedukasi yang diadain tanggal 18 Mei 2014 di Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI), Jakarta Selatan.

Temanya Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan. Kecenya ada 15 pembicara dalam 1 hari dan secara keseluruhan menurut gue topiknya menarik dan gue jadi tau banyak sesuatu yang baru.

Pertama Ibu Suharti (peneliti Bapenas) yang nunjukin hasil penelitiannya kalau sekolahan di Indonesia umumnya bisa disebut Silent Class. Kenapa? Karena guru-gurunya sedikit bicara, sekitar 2633 kata setiap pertemuan (Rata2 OECD: 5000 kata). Muridnya? Beuh lebih dikit lagi. Pasif.

Abis itu, Ibu Nenny Soemawinata dari Poetra Sampoerna Foundation menginfokan kalo 54% guru di Indonesia itu ga memenuhi standar kualifikasi seorang guru. 

Meneladani pemikiran Ki Hadjar DewantaraРSistem pendidikan & pengajaran harus disesuaikan dengan kepentingan rakyat, Pak Harry Santosa dari Millenial Learning Center  ngebahas Pendidikan Berbasis Komunitas, yaitu berdasarkan keterampilan tertentu yang memang sesuai sama kearifan lokal di lingkungannya. Misalnya, anak nelayan kalau sekolah nggak melaut, kalau melaut nggak sekolah. Jadi kenapa ke laut itu nggak dimasukin ke pelajaran sekolah aja? 

Butet Manurung @manurungbutet juga dateng loooh, bukan sebagai pembicara sih, tapi beliau juga berbagi kisahnya di Sokola Rimba. Anak-anak Sokola Rimba menurut gue cukup kritis dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka mau belajar sesuatu kalo emang mereka tau apa manfaatnya dan dapat menjadi solusi permasalahan yang ada di lingkungan mereka. Ada juga Pengendum, siswa dari Sokola Rimba yang mendalami dunia perfilman sampai akhirnya film dia jadi pemenang di salah satu Festival Film di Melbourne.

Sesi berikutnya dari  Suara Anak, yaitu sebuah gerakan untuk mendukung anak-anak usia 7-12 tahun dalam menekuni kegemarannya. Di acara ini ada 4 anak yang presentasi tentang minat mereka dan bagaimana mereka mengembangkannya. Ada Luffy yang hobi main drum dan pernah bikin stik drum dia mental saat pentas karna grogi. Ada Satya yang tergila-gila sama Perang Dunia 2 yang awalnya karena ketertarikannya dengan film berjudul Band of Brothers. Ada ceca yang nggak sekolah dan mendalami bidang astronomi, aktif di HAAJ bahkan udah dipercaya buat jadi pembicara di acara-acara astronomi. Terakhir ada tata, anak home schooling yang hobi banget gambar.

Lalu ada Cozy Street Corner @cozystcorner yang tampil bersama mbak @anyi_karina dan @GerakanPMA yang ngajarin kalo musik itu bisa jadi media pembelajaran. Lagu-lagunya sederhana bangeet tapi asik dan liriknya lucu gitu haha. Ada juga lagu yang isinya alamat rumah seorang anak. Dibikin jadi lagu supaya anak itu hafal alamat rumahnya yang panjang :3

Terus ada Monica Irayati dari Erudio School of Art (ESOA), yaitu sekolah semacam SMK yang berbasis proyek dan pendidikan demokratis, sesuai ajarannya Ki Hadjar: Pendidikan Indonesia haruslah pendidikan yang memerdekaan siswa. Di sini siswa-siswinya bener-bener bebas berpendapat. Misal pas lagi jam pelajaran, ada siswa yang lagi bete, terus dia jadi nggak mood buat belajar. Dia boleh loh minta izin keluar kelas. Termasuk kalo dia nggak suka cara ngajar gurunya, dan ngerasa kalo itu ngebosenin. Dia berhak bilang terang-terangan dan nggak ngikutin kelas. Guru di situ harus nerima dan bahkan harus melakukan evaluasi dari caranya mengajar. Ada juga yang namanya Pertemuan Agung, dimana murid-murid, guru-guru, bahkan kepala sekolah berkumpul di satu tempat untuk mendiskusikan atau menyelesaikan suatu permasalahan. Untuk bikin suatu peraturan aja, murid harus dilibatkan. Ga boleh cuma sepihak.

Ada juga @IMRiqo dari @Kartunet yang ngebahas pendidikan inklusi dan hak-hak pendidikan kaum difabilitas. Mereka dengan keterbatasan penglihatannya udah jago loh mengerjakan segala sesuatu layaknya manusia normal. Mereka juga udah bisa ngoprasiin komputer dan malahan ngelola website sendiri. Salah satu aplikasi yang sangat membantu mereka adalah Sceen Reader. Ohya audio-book itu dibutuhin banget sama mereka buat bisa baca. Jadi, buat yangtertarik, bantu yuk ngirim rekaman suara kita yang ngebacain satu artikel atau buku supaya bisa dikonsumsi mereka. Buka web nya kalo mau tau lebih detil di sini :)

Kemudian ada Shefti Latiefah @sheilayla dari Save Street Child, sebuah gerakan untuk membantu pendidikan anak jalanan dan kaum marjinal melalui kelas-kelas belajar gratis dan tenaga pengajar sukarela. Saat ini SSC udah berkembang jadi yayasan dan udah punya banyak kelas di berbagai kota.

Setelah itu ada Pak Sigit Kurniawan @SadewaIND yang ngebahas pendidikan untuk outreach area dengan membuat program sekolah jauh (sekolah satelit). Bantuan yg diberikan melalui PSF-School Development Outreach berupa pelatihan untuk guru-guru dan perbaikan infrastruktur sekolah.

Lanjut ke Ibu Donna Kuswoyo dari Credo yang ngebahas literasi dengan 4 aspek utamanya yaitu mendengar, mengucap, membaca, dan menulis. Kita bisa dikatakan sudah membaca kalau kita tau dan paham apa sih yang kita baca.

Laluuu ada Prof. Daniel M. Rosyid dengan gebrakan Deschooling Indonesia, kembali ke rumah. Beliau berpandangan bahwa keluarga adalah tempat yang paling tepat untuk mendidik dan mendapat pendidikan. Mengirim anak ke sekolah artinya kita pasrah terhadap semua sistem dan kebijakan yang disalurkan sekolah kepada anak. 

Terus ada materi home schooling dan pendidikan berbasis keluarga dari Bapak Sumardiono (Pak Aar) dari Rumah Inspirasi yang mengutarakan pemikiran kalau anak itu bukan kertas kosong, karena mempunyai beragam potensi. Jadi, setiap anak itu harus tau apa yang menjadi minatnya. Anak itu bukan kertas kosong, yang kemudian orang lain atau sekolah yang mengisi kertas tersebut. Minatnya tidak boleh ditentukan secara baku oleh sekolah harus mengerjakan ini-itu dan menjadi ini-itu. Seorang anak harus menemukan passion nya sendiri dan keluarga berkewajiban membantu mengasah bakatnya.

Terakhiiiir ada mas @pandji dengan standup-nya tentang pendidikan yang tetep bikin ngakak. Kalo udah pernah nonton Mesakke Bangsaku, isi standup-nya sebagian besar ada di situ hehe.

bareng pandji

Overall, event ini ngebuka pikiran gue banget. Udah banyak loh gerakan-gerakan, individu, ataupun kelompok yang berusaha, bahkan udah memberikan bukti berupa hasil sebagai solusi dari keluhan-keluhan masyarakat selama ini mengenai pendidikan di Indonesia. Jadi, mulai sekarang ngga usah ngeluh, ngga usah banyak komen, nggak usah sering-sering masang status negatif tentang pendidikan di Indonesia. Cari tau deh tentang perkembangan dan perubahan positif yang udah dimulai oleh banyak orang. Kalo bisa, harus bisa lah yaaa tiru mereka! Buat sesuatu. Sekarang udah nggak jaman komentar, ayo kita sama-sama mulai gerak buat ngerealisasiin apa sih yang kita butuh, kita mau, dan kita impikan. Nggak lama lagi sistem pendidikan di Indonesia bakal kece kok :D

additional resources: @bincangedukasi #BPI2014 dan tumblr bibah

10 Last Days of June’s Challenge : Day 3


Tantangan : Cari 10 situs bertemakan HUMANITY & CHARITY, dapatkan 10 konsep terbaik sebagai solusi permasalahan di bidang tersebut.

 

1. Child Fund

  • Sponsor A Child – cara memberikan bantuan kepada satu orang anak secara spesifik untuk membiayai kehidupannya, pendidikannya, kesehatan, dan lain-lain secara online dan mengirimkan dana dengan cara transfer.
  • Gifts of Love and Hope¬†adalah program menyalurkan bantuan berupa barang yang memang dibutuhkan untuk individu atau kelompok tertentu, misalnya seperti sepeda agar memudahkan akses mereka untuk pergi ke sekolah, menyumbangkan 10 selimut demi kenyamanan istirahat anak-anak, atau menyumbangkan obat-obatan kepada suatu kelompok di daerah tertentu.
  • ChildAlert Emergency Fund adalah bantuan yang diberikan dalam keadaan darurat seperti anak-anak yang baru saja terkena musibah bencana alam atau mereka yang berada dalam kondisi kemiskinan ekstrim untuk bertahan hidup
  • Fund a Project¬†adalah program penggalangan dana untuk membantu pengadaan projek di suatu daerah miskin, seperti pengadaan fasilitas fero water-tanks, medical check-up,¬†pengumpulan buku cerita untuk first-grade children,¬†dan sebagainya.
  • Monthly Giving¬†merupakan projek bantuan selama satu bulan untuk satu projek. Misalnya kita menyumbangkan dana sebesar 50 sen setiap harinya dan berlaku selama satu bulan untuk membantu kegiatan tertentu.
  • Planned Gifts adalah gifts yang bisa kita konsepkan sendiri, apa tujuannya, dan seberapa jumlah dana untuk mencapainya.
  • LIVE! Artist –¬†Child Fund bekerja sama, mengundang artis untuk mengadakan acara tertentu untuk anak-anak. Mereka bisa bertemu langsung dengan artis tersebut, menyaksikan pemampilan si artis, berbagi cerita dan pengalaman.
  • ChildFund Toolkit menyediakan berbagai cara agar kita dapat berbagi cerita mengenai pengalaman berbagi melalui Child Fund.
  • ChildFund Holiday Cards – kita dapat memesan kartu ucapan untuk teman, saudara, atau siapapun yang dananya nanti akan disalurkan untuk program-program Child Fund.
  • ChildFund Store adalah toko online yang menjual berbagai macam merchandise¬†yang sebagian dananya akan digunakan untuk keperluan Child Fund untuk membantu anak-anak yang membutuhkan.

 

2. Foundation Peduli Anak

  • Sponsor a Child
  • Community Learning Center¬†yaitu pelatihan keterampilan untuk anak-anak dan pemuda di bidang kesenian, budaya, internet, dan life skills.
  • Goodwill Ambassador – Peduli Anak mencari orang-orang terkenal atau orang penting yang mau menjadi duta peduli anak.
  • Short-term volunteer
  • Long-term volunteer
  • Family Volunteering
  • School Community Service – dapat berupa magang atau penambahan kurikulum untuk sekolah tertentu, meningkatkan minta pada pembelajaran yang sudah ada maupun ekstrakulikuler, dapat menjadi sarana untuk mengimplementasikan projek-projek yang telah kita rancang ke dunia nyata.
  • Child and Family Welfare –¬†Program ini mengajarkan keterampilan hidup yang diperlukan untuk keluar dari kemiskinan, mencegah anak-anak berkeliaran di jalanan untuk mendapatkan beberapa rupiah, membuat anak-anak dalam kondisi kekurangan tersebut bisa fokus kepada pendidikan, dan orangtuanya diberikan pelatihan.
  • Donasi untuk sebuah projek. Misalnya penggalangan dana yang bertujuan memberikan seragam kepada anak-anak untuk bersekolah.
  • Sekolah gratis

 

3. Care

  • Lembaga kemanusiaan yang berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat,membela martabat, dan memberantas kemiskinan khususnya kepada kaum perempuan.
  • Help her live¬†– mengurangi angka kematian ibu (terutama ibu hamil) , memastikan kehamilan dan kelahiran yang aman.
  • Help her learn – memberikan kebutuhan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu
  • Help her earn – mengatasi kemirisan pekerjaaan mereka yang hanya berpenghasilan sekitar $2 dalam satu hari walaupun sudah bekerja keras dari pagi hingga malam.CARE mengumpulkan berbagai sumberdaya, mengerahkan masyarakat untuk membuat semacam bank desa.
  • Care Climate Change
  • Voices Againts Violance untuk¬†mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender.
  • Care’s Emergency Relief Works

  • Care Package
  • Menjual produk-produk secara online
  • Care Action Network – kelompok pendukung CARE yang peduli terhadap isu-isu kemiskinan global dan bisa ikut menyuarakan aspirasinya untuk mempengaruhi kebijakan AS mengenai kemiskinan global.

 

4. Child’s Play¬†¬†

Intinya lembaga ini mengumpulkan mainan untuk diberikan kepada anak-anak di sejumlah rumah sakit. Dananya didapat dari donatur juga dari games events. Event¬†tersebut juga bermacam-macam jenisnya, dari mulai mengadakan turnamen game¬†sampai mengadakan 64 Hour Shutdown¬†yaitu dua hari dimana kita dilarang bermain game¬†dan menggantinya dengan mencari sponsor, mengumpulkan uang untuk Child’s Play.

 

5. Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia

  • Program Rumah Kita,¬†¬†fasilitas tempat tinggal sementara yang dapat dipergunakan oleh pasien serta keluarganya.
  • Program Sekolahku yang diberikan secara gratis
    • Memberikan kesempatan anak-anak untuk belajar bagi yang ingin mengikuti pelajaran sekolahnya sehingga bila mereka telah menyelesaikan pengobatan/perawatan dapat segera mengikuti pelajaran kembali (umumnya terjadi bagi anak-anak SD dan SMP)
    • Bagi anak-anak pre-TK dan TK dapat diberikan aktivitas selama perawatan di rumah sakit, sehingga dapat menghilangkan kebosanan.
    • Donatur, toko buku, perusahaan-perusahaan yang peduli pada ‘sekolah-ku¬†‘ yang menyediakan perlengkapan belajar, buku-buku bacaan dan lain sebagainya, yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau bimbingan tersebut.
    • Volunteer/tenaga pengajar sukarela bagi anak-anak atau orangtua yang anaknya sedang dalam perawatan di rumah sakit.
  • Transportasi PAsien
    • Mengingat biaya pengobatan dan/atau perawatan cukup banyak yang telah dikeluarkan baik oleh Pemerintah maupun oleh keluarga pasien langsung maka agar dicapai hasil yang optimal diperlukan sarana transportasi pergi dan pulang.
    • Dapat memberikan kepastian bahwa pasien akan terus berobat dan/atau dirawat sesuai jadwal yang telah ditetapkan dokter.
    • Mengurangi kemungkinan tertularnya penyakit pada pasien2 anak yang umumnya sedang rentan/imunitas rendah apabila menggunakan transportasi umum.
  • Sosialisasi Edukasi , memberikan informasi bagi masyarakat umum yang tepat guna dalam¬†penanggulangan kanker pada anak dengan dukungan oleh para ahli terkait.
  • Aksi Rp 10.000,00 ¬†–¬†¬†ajakan kepada masyarakat untuk menyumbang Rp10.000. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk menjamin keberlangsungan dan ketersediaan tempat tinggal bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan kanker.

 

6. Habitat for Humanity

  • Lembaga kemanusiaan non-profit ini berskala internasional dan sudah beroperasi di lebih dari 100 negara di dunia.
  • Habitat for Humanity fokus dalam hal membangun tempat tinggal atau hunian yang layak bagi mereka yang kurang mampu.
  • Hand-up, not Hand-out! Konsep pendanaan dari pembangunan rumah adalah pinjaman lunak. Jadi, keluarga yang rumahnya dibangun akan diberikan pinjaman modal, bukan hadiah.
  • Families-Partner¬†. Setiap keluarga yang ingin mendirikan rumah membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa keluarga untuk mengumpulkan dana pembelian bahan-bahan bangunan. Pinjaman yang diberikan hingga 70% dari total biaya pembangunan. Peminjam diberi waktu 4 tahun untuk mengembalikannya dan tidak ada bunga pinjaman. Untuk contoh kasusnya bisa dilihat di sini.
  • Dana juga dapat diperoleh dari kerjasama mitra, perusahan-perusahaan atau lembaga apa saja dapat bekerja sama dengan Habitat for Humanity, menyalurkan bantuannya baik berupa dana, fasilitas, ataupun tenaga untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah membangun rumah mereka.
  • Rebuilding after Disaster sebagai¬†proyek tanggap bencana, yaitu membangun kembali tempat tinggal untuk keluarga-keluarga yang terkena bencana alam.
  • Design and Construction. Dengan prinsip simple, decent, dan affordable, lembaga ini berusaha¬†mendirikan rumah yang sederhana, cukup besar untuk kebutuhan jumlah anggota keluarga, ¬†berkualitas, dengan biaya pemeliharaan yang terjangkau.
  • Building a Community, selama proses pembangunan rumah, mitranya dapat membentuk semacam komunitas atau bekerja sama dengan lembaga lain untuk menyediakan fasilitas air, sanitasi, listrik, pendidikan, kesempatan kerja, dan banyak hal lain yang diusahakan melalui Habitat Resources Centers.
  • Blitz Builds dan Advocacy Specials¬†merupakan contoh event yang diadakan HFH sebagai wadah bagi¬†mereka yang peduli untuk mendaftar sebagai relawan dan turun langsung ke lokasi untuk bersama-sama membangun rumah.
  • Help Family in A Specific Country adalah salah satu cara bagi siapa saja untuk memberikan donasi kepada mereka yang membutuhkan dan kita dapat memilih secara spesifik keluarga dari negara mana yang ingin kita tuju untuk diberikan bantuan. Selain itu, kita juga dapat mendaftarkan diri sebagai partner atau volunteer.

 

7. Charity Choice

  • Donate Money, kita dapat mengirimkan donasi dalam bentuk uang secara online.
  • Find A Charity dengan Browse Charities by Charity Sector, kita dapat memilih untuk keperluan apa materi yang akan kita sumbangkan.
  • Fundraising, membuat online fundrising place untuk menggalang dana.
  • Volunteering
  • Give Your Goods, menyumbangkan barang-barang yang kita miliki tetapi tidak kita pakai
  • Charity Events –¬†mengadakan event apa pun yang dimaksudkan untuk penggalangan dana
  • Create your own microsite, semacam social networks¬†tapi yang bergerak untuk charity,¬†membuat sebuah akun microsite dimana kita dapat menambah teman, menambahkan berita, foto, mengatur acara penggalangan dana, menghubungi relawan, dan lain-lain.
  • Request Goods or Volunteers, kita dapat meminta permintaan barang-barang yang kita butuhkan untuk kebutuhan amal, atau meminta relawan untuk mendukung kegiatan kita.
  • Post you charity events – Kita dapat membuat postingan event charity kita dan mempromosikannya.
  • Leave A Gift in Your Will

 

8. MedShare

  • MedShare berfokus di bidang lingkungan dan kesehatan
  • Critical Need Alert – suplai kebutuhan medis
  • Menyumbangkan dana untuk pengadaan boxes of hope
  • Capital and Expansion Campaign
  • Humanitarian Relief Program – bantuan untuk korban bencana alam
  • Menjadi volunteer
  • Annual fund untuk membantu MedShare mengadakan fasilitas kesehatan dan obat-obatan
  • Donasi berupa produk-produk medis
  • Medical Mission Teams
  • Everyday is Earth Day –¬†¬†meningkatkan lingkungan di AS dengan meminimalkan limbah

 

9. Architecture for Humanity

  • There are many complicated things in building a school and this new building is not a building, it is a work of art, and we did that.” (gue suka kalimat ini haha)
  • Desain. Penekanan yang difokuskan pada lembaga ini adalah bagaimana mendesain sebuah tempat dengan baik,¬†tempat di mana kita hidup, bekerja, belajar, menyembuhkan dan berkumpul.
  • GAMECHANGERS | sports micro-venture fund adalah proyek membangun sebuah tempat inovatif unutuk bermain dan berolahraga di desa, semi-desa, ataupun kota.
  • Green Schools
  • ¬†Design Like You Give a Damn: LIVE!¬†adalah acara tahunan berupa diskusi panel atau lokakarya. Para ahli dan penggemar desain, pemimpin industri di seluruh disiplin ilmu, datang bersama-sama untuk mengatasi tantangan dan pelajaran dalam desain kemanusiaan dan pengembangan masyarakat.
  • Individual Giving¬†–¬†kita dapat membantu mereka melalui¬†annual fund¬†tahunan,¬†monthly support,¬†atau¬†sponsor good design.
  • Football for Hope – diadakan saat event FIFA Piala Dunia Afrika Selatan berupa¬†kampanye mengenai kesehatan, pembangunan perdamaian, anti-diskriminasi & integrasi sosial, hak Anak & pendidikan dan lingkungan.
  • Design Open Mic, weekly lunch time presentation –¬†adalah satu hari dalam satu minggu saat jam makan siang dimana semua desainer, insinyur, arsitek dan yang lainnya mendiskusikan berbagai tantangan desain kemanusiaan. Masyarakat umum, siapapun boleh membawa makan siang dan ikut serta dalam kegiatan tersebut, terkadang kegiatan ini dilakukan terbuka seperti semacam road show.
  • Happy Hearts School –¬†bekerja sama dengan Happy Hearts Fund dan ING Amerika Latin, AFH ¬†merancang dan membangun serangkaian sekolah inovatif di Amerika Tengah dan Selatan. Proyek-proyek ditujukan kepada masyarakat kurang mampu yang terkena bencana alam.
  • Design Fellowship – berupa kesempatan bagi mereka yang ingin turut serta turun langsung ke lapangan untuk mmengasah kemampuan desain, mendapatkan pengalaman yang sengat berharga dalam mengerjakan sebuah projek dari Architecture of Humanity dalam jangka waktu tertentu.

 

10. Humanity First

  • Water for Life – program pengadaan fasilitas suplai air bersih yang bekerja sama dengan beberapa mitra seperti¬†Water Aid, Oxfam, Aquabox, WorldWaterWorks, EndWaterPoverty, Lifestraw and IAAAE.
  • Feed A Family memiliki proyek jangka pendek untuk memberikan paket makanan kepada korban bencana alam untuk bisa bertahan selama kira-kira 1 minggu. Proyek jangka panjangnya, HF membantu daerah miskin yang rawan terkena penyakit dan tidak tersedia layanan sosial di tempat tersebut.
  • Feed a Village – HF menyediakan sebidang tanah, bibit, peralatan dan irigasi untuk bertani kepada penduduk suatu desa
  • Di Kanada, HF telah menjalankan program Food Bank¬†selama beberapa tahun untuk menyediakan paket makanan yang tahan lama. Setiap tahun, lebih dari 7.000 orang di Toronto merasakan manfaat yang besar dari program ini. Mereka yang membutuhkan dapat mendaftar secara online atau melalui telepon dan dapat mengambil paket setiap dua minggu dari ¬†Food Bank depot¬†atau bisa juga dengan sistem¬†delivery. Program ini juga menyediakan makanan hangat untuk para tunawisma di Toronto secara periodik.
  • Orphan Care –¬†bertujuan untuk memberikan tempat tinggal, pendidikan, pakaian, dan segala kebutuhan untuk masa depan jangka panjang anak-anak yatim yang kurang beruntung.
  • Gift of Sight¬†adalah program pengadaan fasilitas untuk penduduk kurang ¬†mampu yang terserang penyakit buta karena kekurangan gizi dan sebagainya. Fasilitas tersebut dapat berupa resep & distribusi kacamata, pengobatan infeksi yang dapat menyebabkan cacat visual, pengobatan kekurangan gizi yang mengakibatkan kebutaan, dan penyediaan staf medis untuk melakukan operasi katarak.
  • Learn A Skill – pelatihan keterampilan murah atau bersubsidi untuk kalangan ekonomi bawah. HF juga bekerjasama dengan beberapa institut untuk mengadakan pelatihan bersertifikat di bidang IT seperti¬†Microsoft Office, Networking, Internet, Desktop Management, dan bahkan pemrograman. Selain itu, HF juga mengadakan pelatihan menjahit yang khususnya ditujukan untuk para wanita.
  • Desert Fridge –¬†HF telah mengadopsi konsep Desert Fridge yang diciptakan di Nigeria. Konsep ini menggunakan 2 pot tanah liat besar dengan pasir antara mereka. Ketika disiram 3 kali sehari, hasil proses penguapan dalam panci bagian dalam menjadi 10 derajat Celcius lebih dingin. Akibatnya, para petani sekarang dapat menyimpan produk tanpa listrik selama lebih dari 14 hari, limbah tersebut sebagian besar telah dihilangkan, petani mendapatkan hasil yang jauh lebih baik untuk tenaga kerja mereka.
  • Knowledge for Life adalah program pengadaan fasilitas pendidikan seperti pembangunan sekolah, perpustakaan, laboraturium, pengiriman buku-buku dan peralatan sains untuk kebutuhan pendidikan bagi mereka yang kurang beruntung.
  • UK Projects – melalui ini HF memberikan bantuan dan dukungan khususnya kepada mereka yang memiliki berbagai macam impian bagi para pemuda atau anak-anak dalam berbagai kondisi, termasuk yang terserang autisme,¬†down syndrome.¬†HF berusaha membantu dan ¬†menanamkan keyakinan pada diri mereka bahwa mereka bisa meraih segala impiannya.

10 Last Days of June’s Challenge : Day 2


Sabtu, 22 Juni 2013

Tantangan Hari 2 : Temui anak jalanan dan ajak dia ngobrol minimal dalam waktu 30 menit

 

Ekspetasi :

Hari hujan. Ketemu tukang ojek payung. Gue panggil salah satu anak itu. Gue ajakin ngobrol. Makan eskrim sepertinya menyenangkan. Gue melihat dia makan. Makannya sangat lahap. Gue mengeluarkan buku gambar dan krayon, dia menggambar impian-impiannya. Gue baca buku cerita bareng. Dia cerita tentang kesehariannya, pekerjaannya, keluarganya. Gue tersentuh ngedenger kisahnya. Iya. Cuma gue dan dia.

 

Kenyataan:

Hari sudah sore. Jarum jam menunjuk ke sekitar angka empat dan lima. Beberapa menit sebelum itu, gue terus berpikir. Mencari cara dan alasan untuk izin tidak langsung pulang. Ya, gue yang saat itu sedang bersama sebagian anggota keluarga dan salah satu teman di perjalanan pulang. Kami baru pindahan. Ngangkut-ngangkut barang untuk kebutuhan di kosan saat PKL nanti. Tidak cukup keberanian untuk mengkomunikasikan apa yang sebenarnya ingin gue lakukan hari itu. Akhirnya gue bilang ke nyokap kalo gue mau ke Gramedia dulu nyari buku. Gue bilang nyokap pulang duluan aja.

Tidak ada tanda-tanda hari hujan. Gue khawatir. Tepatnya gue bingung harus mencari dimana. Gue memutuskan untuk masuk ke toko buku terlebih dahulu. Melihat nuku-buku. Tidak ada yang menarik minat gue buat membeli salah satu di antara banyak buku tersebut. Mungkin juga ditambah pengaruh otak gue yang masih belum bisa lepas untuk memikirkan cara menemukan satu anak yang akan memberi banyak pelajaran di satu hari tersebut.

Akhirnya gue bergerak ke arah deretan stationary. Melihat kalau-kalau ada seuatu yang bisa gue beli untuk diberikan ke anak itu nantinya. Benar saja, gue akhirnya keluar dari toko buku tersebut dengan plastik yang berisikan buku gambar, pensil, dan penggaris.

Masih belum hujan. Gue berpindah ke toko serba ada. Tujuannya ya tidak jauh juga dari semcam alat-alat tulis. Siapa tau juga gue menemukan buku catatan yang bisa dipake buat kuliah semester nanti. Tapi hasilnya nihil. Gue nggak menghasilkan apa-apa. Gue juga lagi nggak terlalu antusias untuk melihat barang-barang tersebut sepertinya. Pikiran gue masih sama.

Sudah setengah enam menjelang magrib. Berharap di luar ada pengamen kecil, penjual kue-kue, atau siapapun itu. Tapi tidak ada.

Berhubung waktu yang sebentar lagi maghrib dan gue belum memutuskan akan kemana lagi, gue pun menyebrangi jalan. Memasuki sebuah masjid. Pelan-pelan. Tidak langsung masuk. Mengamati sebentar suasana di depan gerbang. Mungkin saja ada si target haha. Memperhatikan anak-anak kecil yang berlari-lari di sekitar situ. Tidak. Tapi bukan mereka yang gue maksud.

Gue melewati pintu gerbang. Melihat-lihat keadaan di sekitar. Mengamati setiap sudut. Tapi masih tidak ada. Masih belum ketemu. Sebentar lagi maghrib. Nggak hujan. Gue pun melepas sepatu, berjalan menuju pelataran masjid. Duduk sebentar. Melepas label harga dari barang-barang yang tadi dibeli. Memasukkannya bersama dengan yang lainnya ke dalam satu plastik. Melihat kembali daftar tantangan untuk 10 hari terakhir di bulan ini.

Oke waktunya magrib. Entah kenapa rasanya agak sedikit berbeda. Mungkin karena gue udah jarang solat berjamaah di masjid tanpa orang-orang yang gue kenal dan ada satu misi yang sampai saat itu masih gue takutkan untuk bisa diwujudkan. Cuma berharap. Berdoa. Dia memberikan bantuan-Nya. Untuk mepertemukan gue dengan sosok yang tepat.

Selesai solat, gue keluar dan.. subhanallah :”)

Hujan. Walau cuma rintik-rintik. Tapi rasanya harapan itu semakin cerah. Gue kembali menyeberangi jalan. Menuju ke toko serba ada yang sebelumnya sudah gue kunjungi. Senyum gue pun mengembang. Mata gue berbinar. Ah! Maha Besar Allah. Gue melihat tiga anak yang sedang menawarkan jasa ojek payung. Tanpa pikir panjang gue memanggil salah satu di antara mereka, gue pilih yang baju kuning.

a: siapa namanya?

r: rifki

a: temenin aku kesitu yuk

r: *mengangguk*

a: kamu udah makan belum?

r: belum

a: makan siang belum?

r: belum (nyengir gitu memperlihatkan deretan giginya. bocah banget deh.)

a: pagi?

r: belum.

a: (whew..) yaudah temenin aku makan mau ngga?

r: mau

 

gue ajak dia ke salah satu restoran fast food.

a: kamu ko ngga pake sendal?

r: biarin

a: emang kamu ngga punya sendal?

r: punya. ada di rumah.

a: terus kenapa ngga dipake?

r: gapapa.

 

Sampe di depan pintu restoran..

Oh men. Ada anak-anak yang lain dan sepertinya temennya rifki. Rasanya gue salah strategi. Oke gue tetep masuk.

Gue minta rifki duduk dulu sebentar sementara gue mesen makanan. Dia nurut. Beberapa kali gue nengok ke arah dia pas lagi ngantri, memastikan dia masih di situ dan baik-baik saja. Dia mengangguk dan tersenyum polos.

 

Selesai gue pesen, gue menghampiri rifki dan meminta dia untuk cuci tangan dulu.

r: eh aku pulang aja ya

a: loh kenapaaaa?

r: ih ngga mau ah maluuu

a: ih kenapa malu? sebentar aja di sini temenin akuuu. Nih makan ini tapi cuci tangan dulu.

r: ngga mau ah. malu atuh..

a: ih jangan malu atuh. kenapa mesti malu?

 

Rifki keukeuh tetep gamau makan. Gue kebingungan.

a: yaudah dibungkus aja yah mau ngga?

r: iya *mengangguk setuju*

 

Gue pun ngeluarin buku gambar dan krayon. Berusaha membuat rifki merasa nyaman minimal dalam waktu tiga puluh menit ke depan. Saat itu sekitar jam setengah tujuh malam.

a: kamu suka ngegambar ga?

r: suka

a: ayo kita ngegambar yuk. kamu sukanya apa?

r: bimbim

a: he? bimbim? apa itu?

r: mobil

a: ooh mobil hahaha ayo kita gambar mobiiil :D coba kamu gambar mobil.

r: ih ngga bisaaa.

a: ya coba ajaa nggapapaa

r: ngga bisaa

a: yaudah aku yang gambar deh

 

Gue juga yang gambar haha. Dia yang ngewarnain tapi. Gue minta dia nulis namanya. Ternyata dia belum bisa. Gue contohin untuk dia tiru. Ngga lama setelah itu..

r: udah ya aku mau pulang

a: yaah kenapaaa? *panik*

r: malu atuh ih

a: jangan malu. kenapa malu? kita kan sama-sama oraang.

Ah. Malu. Nggak seharusnya mereka merasa malu bukan? Justru kita yang harusnya malu saat kita tengah bersantai berlindung dari guyuran air hujan sedangkan mereka sedang berjuang basah kuyup cuma untuk bisa makan minimalsekali sehari.

 

Berkali-kali gue harus meyakinkan dia, mencari cara, memutar otak supaya gue bisa bikin dia bertahan di sini. Berkali-kali gue nahan dia yang juga berkali-kali minta pulang. Teman-temannya sepertinya mengamati dia dari luar. Beberapa pasang mata di dalam restoran itu juga sepertinya sedikit-sedikit melirik ke arah kami. Tapi gue ngga peduli yang itu. Yang gue pikirkan cuma dia yang ada di depan gue. Gimana cara naklukinnya.

 

Kumohon.. sampai jam tujuh malam saja…

 

Tidak terlalu banyak cerita yang gue dapatkan dari dia. Yang gue tau, dia hanya tinggal dengan ayahnya. Ayahnya bekerja berjualan pulsa. Dia hari itu belum mendapat sepeser pun. Iya karena memang baru saja hujan dan langsung gue ajak ke sini.

a: eh eh *bisik-bisik* kamu sehari biasanya dapet berapa kalo ngojek payung?

r: hmm 50.000 bisaa

a: woow 50.000? (lumayan juga.. tapi kan hujan ga tiap hari)

 

Ternyata dia juga bisnis layangan loh. Dia bikin layangannya sendiri. Harganya 500 atau seribu per buah.

a: 500? murah bangeeet.

r: ada juga yang seribu

a: bedanya apa?

r: aku juga gatau bedanya apa haha

Ahahahaha. Konyol.

 

Dia sekolah. Kelas 2 sd.

Lagi, dia meminta pulang. Gue hampir kehabisan akal. Katanya dia udah ditungguin sama ayahnya. Katanya uda mau tutup.

a: oh emang kamu kalo pulang barengan sama ayah kamu?

r: iya jam 7 lewat udah tutup biasanya

a: sekarang kan belum jam tujuh lewaaat :p

r: iya tapi udah mau tutup

a: yaah iya sebentar lagi tunggu ya sampe jam tujuuuuh aja *memohon* kamu pulangnya biasanya jalan kaki apa gimana?

r: ya jalan kaki

a: berapa lama?

r: yaaa sebentar paling dua jam lah

a: 2 jam? (apaa? itu sebentar?) aku aja yang pulangnya cuma setengah jam naik angkot. payah ya? ._.

r: ahaha iya

rifki yuda 2

 

Salah satu temannya masuk. Namanya yuda.

Situasinya makin nggak kekontrol. Okay. Let it flow. Taaaaan, lu pikir gampang? Rifki tuh punya temen. Emang lu doang yang punya temen? Ternyata bersikap adil itu emang sangat nggak gampang ya? 

 

Keliatannya yuda menginginkan makanan yang ada di meja. Yang sebelumnya gue bilang ke rifki itu bawa pulang aja buat makan malem bareng ayahnya. Ah.. kebetulan gue juga lagi nggak banyak uang. Maaf ya yuda :(

Akhirnya gue bilang ambil aja minumannya tapi bagi-bagi sama yang lain..

rifki yuda

Kami menggambar mobil. Juga ada nama-nama teman-teman rifki. Terus gue bikin cerita. Ceritanya yang berdiri di samping mobil itu rifki. Rifki udah gede dan punya mobil bagus. Gue bilang kali yang di bawah itu temen-temennya. Dan gue minta dia berjanji kalau misalnya itu bakal jadi kenyataan nanti, rifki harus ngajak temen-temennya jalan-jalan pake mobil dia. Yang duduk di depan itu dia sama ayahnya.

Di sebelah kanannya itu yuda, katanya dia suka baca buku cerita. Berhubung katanya rifki ngga suka baca buku cerita, jadi buku ceritanya gue kasih ke yuda. Rifki mau jadi ABRI tapi gatau alesannya apa. Yuda pengen jadi tentara karena katanya keren. Yuda juga suka bikin layang-layang, sama kaya rifki. Tapi dia dibantu ayahnya, katanya ayahnya jago. Kalo rifki katanya bikin sendiri, ngga dibantuin.

Ngga lama setelah itu muncul lagi satu temannya, namanya..

Aldi.

God. Gue terdiam sebentar. Inget sesuatu. Ngeliatin aldi lebih jelas. Oh, bukan. Anak itu belum bersekolah. Tapi katanya dia baru mau masuk sekolah. Gue bilang ke yuda sama rifki buat bantuin aldi belajar. Bilang ke aldi supaya dia rajin belajarnya. Mereka mengangguk dan mng-iya-iyakan.

Meski terhambat dengan lagi-lagi rifki meminta cepat pulang, akhirnya gue berhasil menahan dia sampe jam 7. Alhamdulillah..

rifki yuda aldi

Makasih banyak untuk waktunya yaaa rifki, yuda, dan aldi :)

 

Sudah jam 7, akhirnya rifki boleh pulang haha.

r: *tergesa-gesa tapi terlihat bahagia* udah ya kak pulang ya

a: iyaa eh pelan-pelan atuuuh aku kan juga mau pulaang bareng pulangnya.

 

Kami pun menuju ke arah pintu keluar.

y: kak nanti add facebook atuh

a: widiiiiih. emang kamu punya facebook? hahahahahaha

 

Aldi pun berkali-kali mengucapkan terimakasih haha :3

 

Hari itu, selain belajar bersyukur, gue sangat belajar tentang satu kata yang namanya berbagi. Menyadarkan gue kalau anak seperti itu nggak cuma satu. Rasanya seperti menusuk gue untuk memikirkan bagaimana cara berbagi yang adil. Maaf.. untuk belum bisa berlaku adil saat itu. Gue masih belum siap. Menunjukkan ke gue satu lagi kebahagiaan yang sederhana. Bagaimana bahagianya mereka saat melihat buku-buku dan alat tulis, melihat makanan, minuman dengan antusias dan kepolosan mereka. Bagaimana nggak pedenya mereka saat masuk ke tempat yang menurut mereka itu sangat wow dan malu untuk ada di situ. Menyadarkan gue kalau itu harusnya nggak boleh terjadi. Hari itu gue bisa dengan cueknya ngobrol, cerita-cerita dengan mereka di tengah-tengah orang (yang gue yakin jauh lebih mampu dari mereka). Saat itu gue merasa ada di dunia yang berbeda dengan orang-orang itu. Gue.. menikmati dunia gue saat itu n_n

Yang gue harapkan semoga barang-barang kecil itu bisa bermanfaat. Mereka bisa berbagi dengan baik dengan teman-temannya, orang-orang di sekitarnya. Semoga bukan malah jadi bahan berantem ya hehe.