Kepadamu, orang baik.


capture

Sebaliknya. Jadilah orang baik agar (kalau ada) orang yang pernah jatuh cinta kepadamu, tidak menyesal pernah merasakan hal itu meski akhirnya tidak bersatu. Karena dari orang baik sepertimu, ia belajar banyak hal tentang kebaikan dan mendapat energi-energi positif yang pernah sengaja atau tidak sengaja kau tularkan. Salah satu proses hidupnya yang membuat ia tumbuh menjadi orang yang semakin baik.

Pun sama halnya bila pernah ada orang(-orang) baik yang menaruh hati kepadamu. Meski mungkin karena beberapa hal dan (memang) sudah takdirnya bukan jodohmu, bersyukurlah. Kamu beruntung karena yang pernah datang kepadamu adalah mereka yang baik. Salah satu tanda bahwa kamu, di mata mereka, cukup baik. Jadi, tetaplah berperilaku baik kepada mereka.

Definisi “baik” mungkin bisa berbeda-beda bagi setiap orang tapi.. Ya! Dalam hal apa pun, menjadi orang baik tidak pernah salah. Bahkan kalaupun baru pada tahap berusaha menjadi baik.

Keputusan di Masa Lalu, Pembelajaran Seumur Hidup, dan Ujian


Saya sudah hampir 24 tahun hidup di bumi. Sudah melewati cukup banyak kejadian dan membuat banyak keputusan. Apa yang dialami di masa-masa kemaren tidak semuanya bagus dan menyenangkan. Ada waktu-waktu dimana saya bisa merasa kesal, sedih, marah, bertingkah tidak jelas, sombong, tidak peduli, dan banyak mengeluh. Namun, hal tersebut tidak menjadikan alasan untuk menyesali apa-apa yang telah menjadi keputusan saya di hari kemaren.

Misalnya, saya (dengan melalui berbagai dilema dan proses yang cukup panjang) memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswi Ilmu Komputer. Saat itu, saya tidak terlalu tahu apa saja yang akan saya pelajari di jurusan tersebut. Saya lemah di fisika dan pas-pasan di kalkulus. Tapi kalau cepet-cepetan hitung angka pakai sempoa bayangan, sini kita tanding :p

Ternyata, saat saya menjalani kehidupan sebenarnya sebagai anak Ilkom…. banyak mata kulilah yang tidak saya sukai. Saya (awalnya) tertarik dengan kodingan karena terlihat keren dan canggih. Namun lama kelamaan saya stres kalau harus mengisi hari-hari dengan ngoding di layar hitam dengan teks putih, atau sebaliknya. Nilai-nilai saya pun juga jarang bisa bagus. Banyak mata kuliah yang saat ini dengan mudahnya saya lupakan dan merasa itu hanya berguna untuk dapat nilai.

Bertolak dari segala pikiran dan hal-hal negatif, saya merasa beruntung mendapat kesempatan untuk (dipaksa) mengikuti kelas-kelas jurusan Ilkom. Karena kalau tidak, saya tidak akan begitu tanggap dengan teknologi. Saya mungkin tidak akan tahu betapa rumit dan kompleksnya membuat suatu sistem, website, atau aplikasi mobile. Atau bahkan tidak peduli, yang penting saya bisa pakai. Saya mungkin tidak akan megerti apa itu interaction design, dan tidak akan mengenal user experience. Rugi rasanya jika tidak (sedikit saja) menguasai dunia teknologi dan komputer yang semakin hari perannya semakin besar untuk kehidupan manusia.

Contoh lain yang lebih sederhana. Saya pernah bekerja di bidang desain grafis. Setelah beberapa bulan, saya mulai merasa bosan dan agak tertekan. Kemudian saya menyadari bahwa desain adalah salah sau hal yang jadi hobi saya. Ketika sesuatu yang saya sukai dan dikerjakan dengan penuh kebebasan dan keleluasaan tanpa batasan waktu atau perintah, diubah menjadi sebuah pekerjaan yang harus cepat selesai dan harus sesuai permintaan, rasanya berbeda 180 derajat. Saya tidak melakukannya dengan sepenuh hati. Namun, dari situ saya mendapat pemahaman baru bahwa tidak selalu hobi yang dijadikan pekerjaan itu adalah pekerjaan yang terbaik.

Masa lalu tidak selalu indah, tapi tidak juga buruk. Saya tidak pernah menyesali keputusan-keputusan penting yang telah saya buat. Setiap pilihan memang punya resiko. Namun, bukan seberapa besar resikonya yang penting, tapi bagaimana kemudian kita menyikapinya.

Hidup ini selalu tentang berproses. Belajar, belajar, dan belajar. Apa yang terjadi di masa lalu adalah pembelajaran untuk hari ini dan di masa yang akan datang. Tidak ada kata selesai untuk belajar. Saya belajar Kalkulus waktu kuliah tingkat satu rasanya hanya untuk lulus ujian. Tapi.. bukankah polanya sama? Kita menghadapi banyak hal di dunia, yang mudah, rumit, dan rumit sekali. Dunia itu ujian juga bukan? Jadi, konteksnya adalah bagaimana kita bisa lulus ujian dunia untuk bisa mendapatkan akhirat. Dia yang rajin belajar, berdoa, bersungguh-sungguh, dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya biasanya punya peluang lebih besar untuk mendapatkan nilai yang bagus, dan akhirnya lulus. Semoga kita termasuk golongan pembelajar yang baik dan akan berkumpul ke dalam kelompok yang lulus ujian kehidupan ya! :)

New Chapter


Terlalu banyak cerita di 2016. Terlalu banyak hal yang terjadi tanpa rencana, di luar dugaan, dan berlawanan dengan ekspektasi atau pun keinginan.

Maafkan hamba karena masih sering lalai dan mengeluh.

Dibalik segala kelelahan dan keluhan, pada akhirnya selalu ada pemahaman baru untuk bisa bersyukur dan bahagia.

Setelah dijalani, dirunut, dan dipikirkan, pertanyaan dan pikiran tentang kenapa Allah menempatkan aku di sana, di sini, mempertemukanku dengan siapa-siapa, memperkenalkanku dengan hal-hal baru, mengarahkanku untuk melakukan ini dan itu, mulai dapat dimengerti.

Ketika dijalani, seringkali segala hal tersebut belum diketahui apa gunanya, apa tujuannya, dan kenapa harus dihadapi. Namun secara perlahan, lagi-lagi Allah berhasil membuat aku terharu. Apa-apa yang diberikan dan dikirimkan nilainya tak terhingga. Memang beginilah jalan yang harus ditempuh. Skenario-Nya selalu sulit ditebak dan terasa indah pada waktunya.

Terimakasih banyak. Untuk lindungan-Mu, rezeki-Mu, orang-orang yang Kau pertemukan denganku, beragam masalah dan tantangan hidup, dan segalanya yang tidak akan bisa diuraikan satu per satu.

Ada kejutan apalagi setelah ini? :)

Tuntun aku Ya Allah, untuk tetap menjadikanMu sebagai alasan dan tujuan untuk memutuskan dan melakukan segala sesuatu.

GNID Planner 2017


Ketika pertama kali pegang buku yang udah jadi ini, di percetakan, rasanya kaya mau nangis. Makasih Ya Allah, masih diberikan kesempatan buat merasakan nikmatnya melihat hasil karya dari jerih payah diri sendiri. Senengnya bukan main ketika bukunya belum jadi aja udah banyak yang nanyain. Terharu sama respon orang-orang. Tapi juga agak sedih karena ngga bisa tepat waktu. Apapun itu, semuanya jadi pembelajaran.

Semoga bermanfaat bagi mereka, pelanggan-pelanggan baik yang inshaa Allah terbantu mewujudkan apa-apa yang ingin dicapai lewat buku ini.

2017 udah deket banget ya. Nggak kerasa :”