The new version of Monday


Gue selalu punya keinginan untuk bisa menjadi morning person. Selama ini, ketika gue berhasil mencapai itu, biasanya nggak akan bertahan lama. Susah. Banget.

Nah, apalagi belakangan ini semua itu kayak cuma jadi wacana. Gue selalu stel alarm. Oke bangun, tapi nanti pasti tidur lagi, biasanya abis solat subuh.

Padahal sekitar seminggu lalu, gue sempet memperbaiki pola tidur. Jam 9 malem udah di tempat tidur! Hasilnya oke, gue emang jadi bangun lebih pagi. Lalu itu hanya bertahan 2 hari karena besoknya gue ada acara sampe malem.

Kemaren malam, gue nggak tidur cepet. Bahkan sepertinya mendekati tengah malam. Tapi, entah kenapa, tiba-tiba gue kebangun jam setengah tiga pagi dan gue nggak ngantuk sama sekali.

Setelah minum, gue (sebenarnya rencananya sudah dari jauh-jauh hari) memutuskan untuk memulai ritual menulis daftar apa saja yang mau gue kerjakan hari ini. Meski nggak semuanya berjalan sesuai rencana, tapi efeknya cukup bagus buat gue. Gue merasa lebih produktif hari ini.

Satu yang ikut ngebantu gue untuk bertahan tetep melek pagi ini adalah kehadiran abang, adik sepupu gue yang ngerusuh karena dia lagi nggak masuk sekolah. Meski rencana gue buat latihan writing pagi tadi gagal, tapi semua terganti dengan sebuah game antara gue dan abang. Kita merhatiin peta dunia yang gue tempel di tembok kamar, main cari-carian dan tebak-tebakan bendera-bnedera negara di dunia.

Ohya, sebelumnya gue memulai pagi dengan merapikan kamar. Iya! Gue lagi berniat untuk membuat kamar sebagai tempat yang bisa membuat gue selalu nyaman, rapi, dan bahagia.

Jangan lupa buka jendela kalau matahari udah bersinar :D

Ohya, gue juga memulai kebiasaan baru untuk menempel kertas bertuliskan kata-kata atau sesuatu yang bagi gue penting untuk diingat. Berhubung kemampuan menghafal gue cukup buruk, jadi gue berpikir kalau hal ini mungkin akan ampuh untuk membantu gue mengingat dalam jangka panjang karena gue akan sering melihatnya.

Tempelan-tempelan itu mungkin akan gue ganti tiap beberapa hari sekali. Biasanya gue kutip kalimat dari buku yang gue baca, video atau film yang gue tonton, atau Al-Quran.

Poin yang gue pelajari adalah: mengubah kebiasaan itu memang sesuatu yang sangat berat dan sulit. Lalu, jika ingin mengubah sesuatu, mulailah dari hal kecil yang sederhana dan paling dekat dengan keseharian. Misalnya, dengan menciptakan suasana kamar yang nyaman dan bikin semangat. Karena kalau buat gue, dalam waktu ini, kamar adalah tempat dimana gue menghabiskan sebagian besar waktu gue.

Kira-kira ritual-ritual baru yang coba gue ciptakan ini, bakal bertahan berapa lama ya? Let’s see! :p

5 years


God, I don’t realize it has been 5 years already. Yes, today is my fifth anniversary with this blog.

What I am feeling these days about my life is… I need some improvements for myself. Suddenly I think that I am living a comfort zone. I have to go out to find some things more challenging, unusual, but still useful.

I feel like I lost my brave to do whatever I think I can’t or I am afraid to try. So, I am deciding to arrange another 30 days challenge like I used to do 3 years ago. Here is the link.

Then wish me luck!

Maybe I’ll post the stories here after the challenge over.

Kembali ke sekolah



Tadi pagi, gue main ke smansa. Ngelukis-lukis lucu bareng adik-adik yang ternyata udah jauh selisih angkatannya 😂😂
Meski cuma sekitar satu jam dan sederhana, balik ke kotak sabun ini selalu berhasil bikin gue kemasukan energi positif :)

Pelajar


Udah cocok jadi mahasiswi belum?

Tadi gue lagi baca, terus sambil bikin catetan. Karena gue suka topiknya, gue jadi sangat menikmati proses belajar yang kaya gini

Ya Allah, sekarang mah aku nurut aja sama rencana-Mu. Semua pasti indah pada waktunya kan? :3

210816, A Heartwarming Wedding.


DSC_0879DSC_0899DSC_0955DSC_1051Priceless moment.

Semuanya berhasil tercapai karena ridho Allah dan cara berpikir serta bagaimana kamu menghadapi dan menyikapi segala sesuatunya yang seringkali di luar dugaan dan berjalan amat sangat cepat.

Menjadi salah satu saksi atas bagaimana keseharianmu, kerja kerasmu, perilakumu, keshalehanmu, dan kedewasaanmu (yang rasanya sangat jauh dibanding aku) sekaligus pendengar setia kisahmu dari awal datangnya surat untukmu, kekhawatiran ini itu, keluarga, penyatuan pemikiran, kelapangan untuk saling menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing, kelurusan niat dan tekad, sampai keajaiban-keajaiban seperti adanya satu tanggal kosong untuk pemesanan gedung sehingga tanpa pikir panjang kamu langsung menandai sebuah tanggal, segalanya yang sepertinya sangat dimudahkan oleh-Nya.

Meski di awal, sobat-sobatmu yang rada pecicilan ini sempet ngerasa terlalu cepat dan agak-agak nggak rela ngelepas kamu, tapi pada akhirnya kita bahagia dan terharu banget saat hari itu tiba.

As you said, this is not the end. We are wishing you for a new beginning of life, timeless happines from the world until Jannah.

We love you, dearest Annisa Sophia.

ps: Masih bisa nggak kita teriak-teriak depan pintu rumah kamu buat main? :)))

Enjoy the process 


Seriously, this girl has a lot of things she wish she could achieve. After some months, she was facing reality which isn’t always as she expected. Some times she becomes afraid and worries everything. Many things to do. Some are the must, but some are just because she really wants to. Becoming too anxious thinking about the future and what are the pleasure useful things that she can do for this world. The effect of thinking too hard and long is not good actually.

She isn’t as happy and cheerful as she was. Too afraid to think if she’ll fail to reach her goals. Sometime she wants to come back to her childhood. Playing around and get very easy to be happy.

Time flies, moments happened, up and down, sad and happy.. and then she is trying to be more realistic. She is trying to just face what’s in front of her eyes. Facing today. Giving and doing the best of her. 

Because after all, she realize that she doesn’t know anything about how much time left that she has. So, she just has to treat this current time as well. Enjoying the process. Enjoying life. Smiling. Helping others. Learning to get better and better. Because of God. 

“Whatever it is, the time will come.”