(ingin jadi) anak kuliahan (lagi)


image

SMA nya dimana?
Kuliah neng?
Mbak mahasiswa?
Oh kamu udah lulus? Kapan?
Masih cocok ya tapi jadi anak sma.
Ah jadi anak smp juga masih cocok.

Pulang kuliah?

Namanya Atana. Usianya sudah 23 tahun 1 bulan 15 hari. Meski waktu kelulusan sarjananya sudah cukup lama, dia selalu mengamini saja ketika ada yang bilang ia mahasiswi. Karena dia juga memang berharap bisa segera menjadi mahasiswi lagi. Anggap saja doa :3

5 hari jadi (calon) auditor


Minggu lalu, gue dapet kesempatan jadi peserta pelatihan calon auditor untuk usaha gedung pertunjukan seni. Sejujurnya gue nggak kebayang bakal belajar apa dan ngapain aja.

Hari pertama, semua kumpul di satu ruangan. Pas masuk ruangan, agak kaget dan canggung karena liat kebanyakan pesertanya bapak-bapak dan ibu-ibu. Terus jadi ngerasa kaya anak ilang dan ga pede ._.

Asal aja pilih tempat duduk dan sebelah gue ternyata dosen Hubungan Internasional. Wow. Gue mah apa atuh :(((
Satu-satunya kesamaan gue dengan Ibu dosen ini adalah: baru pertama kali ikutan acara pelatihan ini :3
Akhirnya selama satu minggu pelatihan Ibu ini jadi temen semeja gue xixixi.

image

Sesungguhnya dan sejujurnya gue merasa ga bakal cocok dan betah buat jadi auditor karena…. harus belajar dan paham tentang perundang-undangan. Iya, jadi selama 3 hari pertama kami dicekokin undang-undang tentang Pariwisata dan usaha gedung pertunjukan seni dan biasanya.. sesi kedua setelah makan siang berhasil bikin gue ngantuk 😴😴😴

image

Hari kedua gue diajak pulang bareng rombongan ibu-ibu yang ke Bogor naik grab. Ternyata salah satunya temen nyokap gue! Jadilah gue anak kecil nyempil yang mereka bilang masih cocok jadi anak sma atau smp. Huhuhu.

Saat yang paling ditunggu adalah live audit! Kelompok gue kebagian tugas berkunjung dan (belajar) mengaudit Gedung Kesenian Jakarta.

image

image

Ternyata Gedung Kesenian Jakarta ini sedang mengalami masa transisi sistem kepengurusan. Sekarang dia menjadi tanggung jawab pemda. Ada cukup banyak kendala di balik pengoperasian gedung ini, terutama dari sisi birokrasi dan perawatan gedung. Meskipun begitu, kelompok seniman yang menggunakan gedung ini untuk pertunjukkan masih cukup ramai jika dilihat dari papan jadwal acaranya.

Karena gue kebagian tugas audit bagian pengelolaan di manajemen dan sumberdaya, gue banyak abisin waktu di kantornya aja. Setelah selesai dan akan pulang, baru sadar kalo gue doang yang belum liat teaternya kaya gimana. Partner wawancara gue ternyata udah nyempetin kesana tapi ga ngajak-ngajak 😠

Akhirnya dia bertanggung jawab nemenin gue masuk.

image

Keliatan banget yah bangunan jaman dulu-nya? Haha. Gue jarang nonton langsung pertunjukan seni di gedung pertunjukan seni. Jadi pemandangan ini cukup langka buat gue dan.. cukup keren. Udah kok gue bentar doang ga sampe 5 menit karena rombongan udah tereak-tereak mau pulang. Gue jadi kaya anak bandel yang dimarahin orang tua disuruh pulang.

Di perjalanan pulang, gue cukup shock karena ada beberapa anggota tim yang mengalami hal-hal aneh. Sesungguhnya gue nggak ngerasain apa-apa. Alhamdulillah.

Agenda setelah ini adalah pembuatan laporan dan presentasi kelompok. Lalu besoknya ujian. Iya. Ada ujiannya. Gue pasrah aja.

Ohya, pas pulang, gue bareng sama fifi dan Pak Uki ke stasiun.

Fifi itu peserta paling muda di kelas gedung pertunjukan seni, tapi dia hebat! Anaknya banyak belajar dan… amat sangat tangguh.

image

Ohya, gue selalu suka sama pemandangan pas nunggu kereta menjelang magrib.

image

Nah, kalau Pak Uki itu sastrawan jebolan fisip UI πŸ‘Œ Beliau mungkin usianya udah jauh sama gue, tapi semangatnya luar biasa. Beliau juga masih keliatan strong dan… gaul! Gue menyimpulkan itu setelah Pak Uki menyebut kata ‘gokil’ saat berbincang dengan driver grab car di perjalanan ke stasiun.

Gue penasaran sama karya-karya Pak Uki. Jadi gue tanya deh buku yang pernah ditulis biar gue bisa beli dan baca bukunya. Ternyata beneran ada dan besoknya ditunjukin.

image

Berat banget yah topiknya? πŸ˜‚
Sayangnya lagi out of stock. Jadi gue cuma liat-liat dan tunggu kabar beliau kalo bukunya udah ada lagi.

Ohya, banyak orang unik di kelas ini. Ada ibu-ibu yang punya sanggar tari sekaligus penyiar radio dan gue sempet liat beliau unjuk diri nari sebentar pas laki-laki pada jumatan. Keren! Ada juga Bapak Seniman, pelukis yang nyentrik dan suka nyeletuk aneh. Ada mbak-mbak dari travel agent juga. Gue jadi tahu kalau travel agent nggak sekadar jual tiket, tapi bisa bantu ngurus visa juga. Ada mas-mas dari Lembaga Kebudayaan Betawi. Ada yang jauh juga dari Belitung. Macem-macem latar belakangnya 😊

Hari terakhir ujian. Yaa lumayan lah. Harapannya bisa lulus dan alasannya biar nggak malu aja masa ngga lulus πŸ˜₯

Hari terakhir balik bareng dua junior. Iya beneran mereka masih mahasiswa! Yang satu itu anggota himpunan mahasiswa pariwisata Indonesia dan gue baru tau dari dia kalau ternyata penggagas berdirinya himpunan itu… bokap gue 😴
Satu lagi wong suroboyo yang kuliah di unbraw. Salut deh sama mereka πŸ‘Œ

image

Yaah intinya gue senang bisa keluar dari rutinitas yang di Bogor-Bogor aja hehe. Pengalaman baru, orang-orang baru, ilmu baru.

image

Ohya, tentang Gedung Pertunjukan Kesenian. Cukup salut sama Indonesia yang punya beberapa gedung besar dan bagus seperti Balai Sarbini dan ICE Exhibition di BSD. Meski belum sehebat di negara-negara maju, tapi kita termasuk yang paling oke di ASEAN. Iya, Singapore belum terkalahkan buat yang ini. Selain itu, sebenarnya Indonesia punya banyak tempat pertunjukan seni (yang mungkin memang belum besar dan memenuhi standar) yang berpotensi bagus karena penggiat-penggiat seninya selalu ada. Mereka pantas untuk diapresiasi dengan cara menyediakan tempat yang lebih baik untuk menampilkan hasil karya dan kerja keras mereka yang dilakukan dengan hati. Semoga pemerintah dan masyarakatnya mau bekerja sama yah buat ngedukung seniman-seniman Indonesia 😘

23


image

Sejak 13 hari yang lalu, anak perempuan ini berusia 23 tahun. Bukan anak kecil lagi tapi belum juga cukup matang untuk dikatakan wanita dewasa. Harapan pribadi duniawinya untuk tahun ini hanya dua. Tentang kelanjutan studi dan kesehatannya. Dua-duanya butuh perjuangan ekstra dan motivasi yang nggak boleh pudar. Tapi ternyata emosi anak ini masih belum benar-benar stabil sehingga semangatnya juga naik turun.

Kemaren ia baru menerima kabar yang menjadi pengingat, kalau berjuang itu bukan sesuatu yang main-main. Dia sadar bahwa belakangan kemaren bukanlah usaha terbaiknya. Ia bisa lebih. Hal itu menjadi pertanyaan apakah dia benar-benar serius untuk apa yang ingin dicapainya. Karena jika tekadnya benar-benar kuat, anak ini akan melakukan apa saja.

Dua puluh tiga.

Semoga cara berpikir dan bertindaknya semakin cerdas dan bijaksana. Semoga kesederhanaannya untuk bersyukur dan bahagia tetap menyatu dengan jiwanya. Semoga kehadirannya di dunia bermanfaat bagi banyak makhluk hidup. Semoga apa-apa yang dilakukannya selalu karena Allah.

Semoga makaikat-malaikat ikut mengamini doa-doanya dan Yang Maha Kuasa juga tetap menjadi Yang Terbaik untuk mendengarkan celotehannya yang tidak pernah habis.